Manchester United menaklukkan Arsenal 3-2 di lanjutan Liga Inggris. Dua dari tiga gol The Red Devils di laga ini dicetak oleh pemain debutan di Liga Inggris, Marcus Rashford.
Saat melakoni pertandingan di Old Trafford, Minggu (28/2/2016) malam WIB, Arsenal langsung melakukan pressing tinggi seperti saat di laga putaran pertama. Mereka memberi tekanan sampai sepertiga akhir daerah pemainan MU.
Kendati ditekan terus oleh Arsenal, MU malah bisa mencuri gol. Rashford mencetak gol di menit 29. Pemain 18 tahun itu mampu menggandakan keunggulan tiga menit berselang.
Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 setelah Danny Welbeck mencetak gol balasan lima menit menjelang turun minum.
Di babak kedua, MU bisa menambah gol lewat Ander Herrera di menit 65. Tapi, 'Gudang Peluru' bisa membalas dengan cepat setelah Mesut Oezil bisa mencatatkan namanya di papan skor di menit 69.
Laga ini juga diwarnai aksi unik Louis van Gaal saat melakukan protes pada wasit keempat di pinggir lapangan. Dia sampai menjatuhkan diri untuk memperagakan aksi pemain di dalam lapangan.
Pertandingan ini berakhir dengan skor 3-2, setelah tak ada gol tambahan di sisa pertandingan.
Dengan tambahan tiga angka ini, MU kini mengumpulkan 44 poin. Mereka tetap berada di posisi lima klasemen berjarak tiga poin dari Manchester City yang ada di posisi empat klasemen.
Sementara itu, Arsenal ada di posisi tiga dengan raihan sebanyak 51 poin.
Jalannya pertandingan
David De Gea melakukan penyelamatan gemilang di menit tujuh. Dia memblok sepakan Nacho Monreal dari jarak dekat. Peluang itu merupakan buah dari umpan terobosan Oezil.
MU membalas enam menit kemudian. Peluan itu hadir lewat satu tendangan bebas Memphis Depay dari sisi kanan luar kotak penalti Arsenal. Bola sepakan Memphis sudah tepat sasaran, tapi bisa ditangkap Petr Cech.
Alexis Sanchez gagal memanfaat kans di menit 19. Sundulannya meneruskan bola rebound masih melebar.
Sembilan menit berselang MU mampu membuka keunggulan, Rashford menjadi pencetak golnya. Dia menendang keras bola hasil kesalahan antisipasi Gabriel Paulista untuk menundukkan Cech.
Rashford mencetak gol lagi di menit 32. Dia berhasil menyundul bola umpan silang dari Jesse Lingard untuk menundukkan Cech untuk kedua kalinya. MU kini unggul 2-0.
Di menit 40, Welbeck mencetak gol untuk Arsenal. Dia menaklukkan De Gea dengan sundulan jarak dekat. MU sementara masih unggul 2-1.
Morgan Schneiderlin berhasil melakukan clearance penting di masa injury time babak pertama. Dia membuang bola tendangan sudut Oezil yang mengarah ke gawang MU. Tak lama kemudian babak pertama selesai. Skor sementara 2-1.
Schneiderlin gagal memanfaatkan satu peluang emas di menit 56. Sepakan kerasnya masih bisa diblok oleh barisan belakang Arsenal.
Memphis melepaskan percobaan di menit 61. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap Cech.
Di menit 65, Herrera bikin gol. Rashford menjadi pengumpannya. Sepakan Herrera dari luar kotak penalti membentur Laurent Koscielny, hingga masuk ke gawang. MU 3-1 Arsenal.
Empat menit berselang, Arsenal membalas. Oezil mencetak gol meneruskan bola rebound hasil tendangan Welbeck yang berhasil ditepis oleh De Gea. Skor menjadi 3-2.
Olivier Giroud gagal memaksimalkan umpan silang dari sayap kanan di menit 79. Sundulannya masih melambung.
Koscielny melakukan sundulan kepala di menit 85. Tapi, upayanya masih belum optimal karena mendapatkan gangguan.
Di sisa laga tak ada gol tambahan, MU lawan Arsenal berakhir dengan skor 3-2.
Susunan Pemain
MU: De Gea, Varela, Carrick, Blind, Rojo (Fosu-Mensah 55), Schneiderlin, Herrera (Weir 90), Lingard, Mata, Memphis, Rashford (Januzaj 80)
Arsenal: Cech; Bellerin, Gabriel, Koscielny, Monreal; Ramsey, Coquelin (Elneny 70); Walcott (Giroud 63), Ozil, Sanchez; Welbeck (Iwobi 83)
(detiksport)
Monday, February 29, 2016
Spurs Tumbangkan Swansea 2-1
Tottenham Hotspur dipaksa bekerja sangat keras kala menjamu Swansea City. Sempat tertinggal lebih dulu, Spurs akhirnya berbalik menang 2-1.
Menjamu Swansea di White Hart Lane, Minggu (28/2/2016) malam WIB, Spurs berupaya mengontrol permainan sejak awal. Tapi mereka kecolongan lewat tendangan penjuru di menit ke-19, yang diselesaikan oleh Alberto Paloschi.
Dalam posisi memimpin, Swansea lantas bermain lebih rapat di lini belakang dan menunggu tekanan dari Spurs. Tuan rumah pun menggempur habis-habisan, namun dibuat frustrasi oleh tangguhnya Lukasz Fabianski di bawah mistar gawang.
Upaya Spurs baru membuahkan hasil di menit ke-70, bermula dari sepak pojok. Bola yang ditinju Fabianski mengarah ke Kyle Walker di luar kotak penalti dan disambut sepakan. Bola tampak melebar, tapi kemudian dibelokkan oleh Nacer Chadli ke dalam gawang.
Tujuh menit kemudian, Spurs berbalik unggul. Lagi-lagi berawal dari sepak pojok. Kali ini bola sapuan Swansea disambar oleh Danny Rose dan tak mampu diantisipasi Fabianski.
Dengan kemenangan ini, Spurs menjaga jarak dengan Leicester City di puncak klasemen. Anak asuh Mauricio Pochettino masih menempati posisi dua dengan nilai 54 dari 27 pekan, tertinggal dua angka dari Leicester.
Mereka juga menjauh dari Arsenal di posisi tiga yang di laga lain kalah 2-3 dari Manchester United. Keduanya saat ini berselisihkan tiga poin. Sementara itu, Swansea ada di urutan 16 dengan nilai 27.
Jalannya Pertandingan
Spurs langsung mendapatkan tekanan di menit ketiga pertandingan. Sepakan Gylfi Sigurdsson menyambut umpan Alberto Paloschi di dalam kotak penalti masih bisa dihalau Hugo Lloris.
Dua menit berselang, Spurs merespons dengan sepakan Erik Lamela. Tapi masih melambung sedikit di atas mistar gawang.
Di menit ke-11, Harry Kane punya kesempatan bagus dari jarak dekat menerima umpan Christian Eriksen. Tapi sepakannya masih bisa diantisipasi oleh Lukasz Fabiansi.
Spurs lantas kemasukan di menit ke-19. Berawal dari sepak pojok, Sigurdsson memainkan umpan pendek ke Leon Britton. Bola kemudian diteruskan ke Angel Rangel.
Dari depan kotak penalti, Rangel mencoba mengarahkan sepakan. Tapi malah membentur Jack Cork. Beruntung bagi Swansea, Paloschi dalam posisi pas dan mendapatkan bola, untuk kemudian menuntaskannya menjadi gol.
Sebuah sundulan dari Eric Dier di menit ke-24 menyambut umpan lambung Lamela masih meluncur di atas mistar. Sementara sepakan Eriksen di menit ke-30 bisa diamankan oleh Fabianski.
Spurs lantas menekan Swansea bertubi-tubi. Upaya Lamela dari dalam kotak penalti pada menit ke-31 bisa diamankan Fabianski, lalu sepakan Kane menyambut bola muntah melenceng tipis ke kanan. Berikutnya percobaan dari Son Heung-Min bisa ditepis Fabianski.
Swansea mendapatkan kans di menit ke-38. Rangel mengirimkan umpan silang dan disambut sepakan first time Paloschi. Bola gagal menemui sasaran setelah diblok Toby Alderweireld.
Sepakan Kane di menit ke-42 meneruskan umpan Son masih melebar. Di menit-menit akhir babak pertama, Dier mendapatkan peluang bagus meneruskan umpan silang Danny Rose. Tapi sepakannya digagalkan Fabianski yang menunjukkan refleks cemerlang.
Lima menit babak kedua, Spurs mencatatkan peluang melalui sepakan Dele Alli dari luar kotak penalti. Masih kandas di tangan Fabiansi. Fabianski kembali tampil sigap untuk menghalau tendangan bebas Eriksen dan sepakan Kane tak lama berselang.
Spurs mendapatkan kesempatan lain dari bola mati di menit ke-59. Tapi lagi-lagi eksekusi Eriksen belum membuahkan hasil, dengan kali ini melenceng tipis ke kanan.
Eriksen kembali memberikan ancaman lima menit berselang meneruskan umpan Dier. Tendangannya dari luar kotak penalti masih bisa diantisipasi Fabianski.
Spurs terus menekan dengan gencar. Beberapa peluang dicatatkan melalui Dier, Eriksen, dan Danny Rose. Tapi belum juga berbuah gol.
Upaya Spurs akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70. Berawal dari sepak pojok, bola kemudian yang ditinju Fabianski didapatkan Kyle Walker di luar kotak penalti dan coba ditendang ke gawang. Sepakannya tampak akan berakhir melebar, tapi ada Nacer Chadli di jalur bola dan membelokkannya ke dalam gawang.
Eriksen kembali melakukan percobaan dari luar kotak penalti di menit ke-75. Belum juga berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Di menit ke-77, Spurs berbalik unggul dan kembali bermula dari sepak pojok. Dari luar kotak penalti, Rose menyambar bola sapuan Swansea dan tak mampu dihentikan oleh Fabianski.
Dua menit kemudian, Swansea langsung balas menekan. Tapi sepakan Paloschi bisa dihalau oleh Lloris. Upaya berikutnya dari Andre Ayew juga kandas.
Spurs sempat bali menekan dengan tembakan Chadli dan Mason di sisa waktu. Tapi keduanya gagal menemui sasaran. Tak ada lagi gol di sisa waktu.
Susunan pemain:
Tottenham: Lloris; Walker, Alderweireld, Wimmer, Rose; Dier, Alli; Son (Mason 75'), Eriksen, Lamela (Chadli 63'); Kane (Onomah 84')
Swansea: Fabianski; Rangel, Fernandez, Williams, Taylor; Cork, Britton (Fer 75'), Ki (Gomis 83'); Sigurdsson; Ayew, Paloschi (Barrow 88')
(detiksport)
Menjamu Swansea di White Hart Lane, Minggu (28/2/2016) malam WIB, Spurs berupaya mengontrol permainan sejak awal. Tapi mereka kecolongan lewat tendangan penjuru di menit ke-19, yang diselesaikan oleh Alberto Paloschi.
Dalam posisi memimpin, Swansea lantas bermain lebih rapat di lini belakang dan menunggu tekanan dari Spurs. Tuan rumah pun menggempur habis-habisan, namun dibuat frustrasi oleh tangguhnya Lukasz Fabianski di bawah mistar gawang.
Upaya Spurs baru membuahkan hasil di menit ke-70, bermula dari sepak pojok. Bola yang ditinju Fabianski mengarah ke Kyle Walker di luar kotak penalti dan disambut sepakan. Bola tampak melebar, tapi kemudian dibelokkan oleh Nacer Chadli ke dalam gawang.
Tujuh menit kemudian, Spurs berbalik unggul. Lagi-lagi berawal dari sepak pojok. Kali ini bola sapuan Swansea disambar oleh Danny Rose dan tak mampu diantisipasi Fabianski.
Dengan kemenangan ini, Spurs menjaga jarak dengan Leicester City di puncak klasemen. Anak asuh Mauricio Pochettino masih menempati posisi dua dengan nilai 54 dari 27 pekan, tertinggal dua angka dari Leicester.
Mereka juga menjauh dari Arsenal di posisi tiga yang di laga lain kalah 2-3 dari Manchester United. Keduanya saat ini berselisihkan tiga poin. Sementara itu, Swansea ada di urutan 16 dengan nilai 27.
Jalannya Pertandingan
Spurs langsung mendapatkan tekanan di menit ketiga pertandingan. Sepakan Gylfi Sigurdsson menyambut umpan Alberto Paloschi di dalam kotak penalti masih bisa dihalau Hugo Lloris.
Dua menit berselang, Spurs merespons dengan sepakan Erik Lamela. Tapi masih melambung sedikit di atas mistar gawang.
Di menit ke-11, Harry Kane punya kesempatan bagus dari jarak dekat menerima umpan Christian Eriksen. Tapi sepakannya masih bisa diantisipasi oleh Lukasz Fabiansi.
Spurs lantas kemasukan di menit ke-19. Berawal dari sepak pojok, Sigurdsson memainkan umpan pendek ke Leon Britton. Bola kemudian diteruskan ke Angel Rangel.
Dari depan kotak penalti, Rangel mencoba mengarahkan sepakan. Tapi malah membentur Jack Cork. Beruntung bagi Swansea, Paloschi dalam posisi pas dan mendapatkan bola, untuk kemudian menuntaskannya menjadi gol.
Sebuah sundulan dari Eric Dier di menit ke-24 menyambut umpan lambung Lamela masih meluncur di atas mistar. Sementara sepakan Eriksen di menit ke-30 bisa diamankan oleh Fabianski.
Spurs lantas menekan Swansea bertubi-tubi. Upaya Lamela dari dalam kotak penalti pada menit ke-31 bisa diamankan Fabianski, lalu sepakan Kane menyambut bola muntah melenceng tipis ke kanan. Berikutnya percobaan dari Son Heung-Min bisa ditepis Fabianski.
Swansea mendapatkan kans di menit ke-38. Rangel mengirimkan umpan silang dan disambut sepakan first time Paloschi. Bola gagal menemui sasaran setelah diblok Toby Alderweireld.
Sepakan Kane di menit ke-42 meneruskan umpan Son masih melebar. Di menit-menit akhir babak pertama, Dier mendapatkan peluang bagus meneruskan umpan silang Danny Rose. Tapi sepakannya digagalkan Fabianski yang menunjukkan refleks cemerlang.
Lima menit babak kedua, Spurs mencatatkan peluang melalui sepakan Dele Alli dari luar kotak penalti. Masih kandas di tangan Fabiansi. Fabianski kembali tampil sigap untuk menghalau tendangan bebas Eriksen dan sepakan Kane tak lama berselang.
Spurs mendapatkan kesempatan lain dari bola mati di menit ke-59. Tapi lagi-lagi eksekusi Eriksen belum membuahkan hasil, dengan kali ini melenceng tipis ke kanan.
Eriksen kembali memberikan ancaman lima menit berselang meneruskan umpan Dier. Tendangannya dari luar kotak penalti masih bisa diantisipasi Fabianski.
Spurs terus menekan dengan gencar. Beberapa peluang dicatatkan melalui Dier, Eriksen, dan Danny Rose. Tapi belum juga berbuah gol.
Upaya Spurs akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70. Berawal dari sepak pojok, bola kemudian yang ditinju Fabianski didapatkan Kyle Walker di luar kotak penalti dan coba ditendang ke gawang. Sepakannya tampak akan berakhir melebar, tapi ada Nacer Chadli di jalur bola dan membelokkannya ke dalam gawang.
Eriksen kembali melakukan percobaan dari luar kotak penalti di menit ke-75. Belum juga berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Di menit ke-77, Spurs berbalik unggul dan kembali bermula dari sepak pojok. Dari luar kotak penalti, Rose menyambar bola sapuan Swansea dan tak mampu dihentikan oleh Fabianski.
Dua menit kemudian, Swansea langsung balas menekan. Tapi sepakan Paloschi bisa dihalau oleh Lloris. Upaya berikutnya dari Andre Ayew juga kandas.
Spurs sempat bali menekan dengan tembakan Chadli dan Mason di sisa waktu. Tapi keduanya gagal menemui sasaran. Tak ada lagi gol di sisa waktu.
Susunan pemain:
Tottenham: Lloris; Walker, Alderweireld, Wimmer, Rose; Dier, Alli; Son (Mason 75'), Eriksen, Lamela (Chadli 63'); Kane (Onomah 84')
Swansea: Fabianski; Rangel, Fernandez, Williams, Taylor; Cork, Britton (Fer 75'), Ki (Gomis 83'); Sigurdsson; Ayew, Paloschi (Barrow 88')
(detiksport)
Chelsea Kalahkan Soton 2-1
Chelsea berhasil membawa pulang poin penuh dari markas Southampton di pekan ke-27 Premier League. Sempat kebobolan lebih dulu, The Blues menutup pertandingan dengan skor 2-1.
Bermain di St Mary's Stadium, Sabtu (27/2/2016), Chelsea sudah tertinggal 0-1 di menit ke-42. Tapi kemudian Cesc Fabregas menyamakannya di babak kedua. Saat pertandingan mendekati akhir, Branislav Ivanovic menambah gol untuk Chelsea.
Dengan tambahan tiga poin itu, Chelsea meraih nilai 36--sembilan kali menang, sembilan kali seri, dan sembilan kali kalah. Di pekan ini mereka menempati posisi ke-11. Sementara, Soton mendiami peringkat ketujuh dengan nilai 40.
Jalannya pertandingan
Di menit-menit awal, kedua tim memainkan ritme pertandingan yang lambat. Belum ada satupun serangan mengancam ke gawang lawan hingga menit ketujuh.
Chelsea malah sudah harus menarik keluar Pedro dan menggantikannya dengan Oscar di menit keenam. Pedro mengeluhkan ada rasa sakit di tulang keringnya.
Gawang Chelsea sempat terancam di menit kesepuluh. Mendapatkan umpan silang dari Virgil van Dijk, Shane Long menyambar dengan kepalanya dan mengarahkan bola ke gawang Thibaut Courtois. Namun, sundulan mantan pemain West Bromwich Albion tersebut masih terlalu tinggi melewati gawang.
Di menit berikutnya giliran Diego Costa yang memperoleh peluang. Mendapatkan umpan dari Willian, Costa mencoba menembak gawang Soton. Tapi upayanya belum berhasil. Kiper tuan rumah, Fraser Forster, tak membiarkan gawang mereka kebobolan.
Peluang emas didapatkan Costa lagi di menit ke-29. Mendapatkan umpan dari John Obi Mikel, Costa mengarahkan bola tepat ke depan gawang kemudian menembakkannya. Tapi, sepakannya terlalu tinggi melewati gawang.
Dua menit kemudian, sebuah kesalahan Cesc Fabregas di lini tengah hampir saja membuat Chelsea kebobolan. Umpan Fabregas direbut Austin dan dia meneruskan tendangan dari luar kotak penalti. Bola mengarah ke sisi kiri gawang Courtois.
Sebuah kesalahan dibuat Baba Rahman di menit ke-41. Baba bermaksud mengirim umpan sundulan ke Branislav Ivanovic, namun bola berhasil direbut Long. Gawang Chelsea tanpa penjagaan setelah Courtois bergerak ke depan. Sepakan dari sisi kiri gawang Long itupun mulus ke gawang Chelsea. Gol untuk The Saints.
Kedudukan tak berubah hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Chelsea menarik keluar Baba dan memasukkan Kenedy. Chelsea juga mengubah permainan dengan umpan-umpan panjang. Tapi upaya itu belum membuahkan hasil.
Di menit ke-53, Obi Mikel mendapatkan peluang sip. Obi Mikel mencoba memanfaatkan kemelut di depan gawang Soton setelah mendapatkan umpan dari Gary Cahill. Tapi, sundulannya tak berbuah gol.
Enam menit kemudian giliran Costa yang mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan. Memanfaatkan umpan silang dari Eden Hazard, Costa yang berdiri tepat di gawang Soton dan tak terkawal mengarahkan bola dengan tendangan voli. Tapi usaha itu belum membuahkan hasil.
Ronald Koeman menarik keluar Long dan memasukkan Graziano Pelle di menit ke-68. Kejadian menggelikan terjadi usai pergantian itu. Oscar menyepak bola hingga keluar lapangan dan kebetulan mengarah ke Koeman.
Bola menggelinding melewati kedua kaki Koeman, tapi Oscar nekad mengambil bola dengan mengolongkan tangan kanannya di antara kaki Koeman sementara tangan kirinya memegang paha Koeman. Guss Hiddink sempat terprovokasi dengan situasi itu tapi tak terjadi apapun.
Chelsea akhirnya berhasil membobol gawang Soton di menit ke-75. Tembakan Fabregas dari sisi kanan gawang Soton yang sepertinya diarahkan kepada Eden Hazard tak disangka-sangka oleh Forster dan dibiarkan begitu saja. Ternyata bola masuk ke gawang dan gol untuk Chelsea.
Kedudukan menjadi 1-1.
Oscar menciptakan peluangnya sendiri di menit ke-84. Menggiring bola dari luar kotak penalti dia mengumpan kepada Diego Costa. Oscar yang sudah menempatkan diri di depan gawang menerima umpan dari Costa dan mengarahkan bola ke gawang Soton. Tapi kali ini upayanya digagalkan Forster yang mengantisipasinya dengan tepat.
Memasuki menit ke-88 Chelsea berhasil menggandakan keunggulan. Lewat sepak pojok Willian, Ivanovic yang ada di depan gawang menyundulnya dan menembak bola ke gawang Soton. Gol untuk Chelsea. Kedudukan 2-1.
Tak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang. Chelsea menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Susunan pemain
Southampton: Forster, Soares, Fonte, Van Dijk, Bertrand, Clasie, Shane Long (Pelle 45'), Davis, Romeu, Targett (Prowsee 89'), Austin (Mane 79')
Chelsea: Courtois, Ivanovic, Baba (Kenedy 45'), Cahill, Azpilicueta, Fabregas, Hazard (Matic 90'), Obi Mikel, Pedro (Oscar 7'), Willian, Costa
(detiksport)
Bermain di St Mary's Stadium, Sabtu (27/2/2016), Chelsea sudah tertinggal 0-1 di menit ke-42. Tapi kemudian Cesc Fabregas menyamakannya di babak kedua. Saat pertandingan mendekati akhir, Branislav Ivanovic menambah gol untuk Chelsea.
Dengan tambahan tiga poin itu, Chelsea meraih nilai 36--sembilan kali menang, sembilan kali seri, dan sembilan kali kalah. Di pekan ini mereka menempati posisi ke-11. Sementara, Soton mendiami peringkat ketujuh dengan nilai 40.
Jalannya pertandingan
Di menit-menit awal, kedua tim memainkan ritme pertandingan yang lambat. Belum ada satupun serangan mengancam ke gawang lawan hingga menit ketujuh.
Chelsea malah sudah harus menarik keluar Pedro dan menggantikannya dengan Oscar di menit keenam. Pedro mengeluhkan ada rasa sakit di tulang keringnya.
Gawang Chelsea sempat terancam di menit kesepuluh. Mendapatkan umpan silang dari Virgil van Dijk, Shane Long menyambar dengan kepalanya dan mengarahkan bola ke gawang Thibaut Courtois. Namun, sundulan mantan pemain West Bromwich Albion tersebut masih terlalu tinggi melewati gawang.
Di menit berikutnya giliran Diego Costa yang memperoleh peluang. Mendapatkan umpan dari Willian, Costa mencoba menembak gawang Soton. Tapi upayanya belum berhasil. Kiper tuan rumah, Fraser Forster, tak membiarkan gawang mereka kebobolan.
Peluang emas didapatkan Costa lagi di menit ke-29. Mendapatkan umpan dari John Obi Mikel, Costa mengarahkan bola tepat ke depan gawang kemudian menembakkannya. Tapi, sepakannya terlalu tinggi melewati gawang.
Dua menit kemudian, sebuah kesalahan Cesc Fabregas di lini tengah hampir saja membuat Chelsea kebobolan. Umpan Fabregas direbut Austin dan dia meneruskan tendangan dari luar kotak penalti. Bola mengarah ke sisi kiri gawang Courtois.
Sebuah kesalahan dibuat Baba Rahman di menit ke-41. Baba bermaksud mengirim umpan sundulan ke Branislav Ivanovic, namun bola berhasil direbut Long. Gawang Chelsea tanpa penjagaan setelah Courtois bergerak ke depan. Sepakan dari sisi kiri gawang Long itupun mulus ke gawang Chelsea. Gol untuk The Saints.
Kedudukan tak berubah hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Chelsea menarik keluar Baba dan memasukkan Kenedy. Chelsea juga mengubah permainan dengan umpan-umpan panjang. Tapi upaya itu belum membuahkan hasil.
Di menit ke-53, Obi Mikel mendapatkan peluang sip. Obi Mikel mencoba memanfaatkan kemelut di depan gawang Soton setelah mendapatkan umpan dari Gary Cahill. Tapi, sundulannya tak berbuah gol.
Enam menit kemudian giliran Costa yang mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan. Memanfaatkan umpan silang dari Eden Hazard, Costa yang berdiri tepat di gawang Soton dan tak terkawal mengarahkan bola dengan tendangan voli. Tapi usaha itu belum membuahkan hasil.
Ronald Koeman menarik keluar Long dan memasukkan Graziano Pelle di menit ke-68. Kejadian menggelikan terjadi usai pergantian itu. Oscar menyepak bola hingga keluar lapangan dan kebetulan mengarah ke Koeman.
Bola menggelinding melewati kedua kaki Koeman, tapi Oscar nekad mengambil bola dengan mengolongkan tangan kanannya di antara kaki Koeman sementara tangan kirinya memegang paha Koeman. Guss Hiddink sempat terprovokasi dengan situasi itu tapi tak terjadi apapun.
Chelsea akhirnya berhasil membobol gawang Soton di menit ke-75. Tembakan Fabregas dari sisi kanan gawang Soton yang sepertinya diarahkan kepada Eden Hazard tak disangka-sangka oleh Forster dan dibiarkan begitu saja. Ternyata bola masuk ke gawang dan gol untuk Chelsea.
Kedudukan menjadi 1-1.
Oscar menciptakan peluangnya sendiri di menit ke-84. Menggiring bola dari luar kotak penalti dia mengumpan kepada Diego Costa. Oscar yang sudah menempatkan diri di depan gawang menerima umpan dari Costa dan mengarahkan bola ke gawang Soton. Tapi kali ini upayanya digagalkan Forster yang mengantisipasinya dengan tepat.
Memasuki menit ke-88 Chelsea berhasil menggandakan keunggulan. Lewat sepak pojok Willian, Ivanovic yang ada di depan gawang menyundulnya dan menembak bola ke gawang Soton. Gol untuk Chelsea. Kedudukan 2-1.
Tak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang. Chelsea menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Susunan pemain
Southampton: Forster, Soares, Fonte, Van Dijk, Bertrand, Clasie, Shane Long (Pelle 45'), Davis, Romeu, Targett (Prowsee 89'), Austin (Mane 79')
Chelsea: Courtois, Ivanovic, Baba (Kenedy 45'), Cahill, Azpilicueta, Fabregas, Hazard (Matic 90'), Obi Mikel, Pedro (Oscar 7'), Willian, Costa
(detiksport)
Friday, February 26, 2016
MU Hempaskan Midtjylland 5-1 di Liga Europa
Manchester United memastikan satu tiket ke babak 16 besar Liga Europa setelah menang telak 5-1 atas Midtjylland dalam leg kedua babak 32 besar di Old Trafford, Manchester, Jumat dini hari WIB.
MU secara total menang agregat 6-3 setelah dikalahkan 1-2 pada leg pertama pekan lalu di kandang tim asal Denmark tersebut.
Midtjylland membuka keunggulan pada menit ke-27 lewat gol Pione Sista. Mendapatkan bola dari tepi kotak penalti, Sista berputar melewati Daley Blind yang kemudian melesakkan gol tanpa mampu dihalau penjaga gawang.
Gol bunuh diri Nikolay Georgiev Bodurov membuat MU menyamakan kedudukan pada menit ke-32 akibat salah mengantisipasi umpan Depay di depan kotak penalti.
MU berpeluang membalikkan keadaan pada menit ke-42 lewat hadiah penalti yang diberikan wasit usai Herrera ditekel kerasi di area terlarang.
Namun, Juan Mata yang maju sebagai eksekutor gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Bola yang diarahkannya ke sisi kiri gawang dapat dibaca oleh kiper
The Red Devils akhirnya mampu berbalik unggul pada menit ke-63 lewat gol Marcus Rashford. Menerima umpan Juan Mata di dalam kotak penali, Rashford kemudian langsung melesakkan bola dari jarak dekat yang tak kuasa dibendung penjaga gawang.
Rashford kembali mencetak gol pada menit ke-75 untuk membawa MU unggul 3-1 usai memanfaatkan kerjasama apik Varela dan Mata yang diakhiri kiriman umpan silang ke depan mulut gawang dan berhasil disambar Rashford.
MU memperbesar keunggulannya pada menit ke-87 lewat titik penalti yang diberikan wasit setelah Hansen melakukan handball di kotak terlarang.
Ander Herrera yang bertindak sebagai algojo penalti sukses menyarangkan bola ke sisi kiri gawang yang tak mampu dihadang kiper.
Jelang pertandingan berakhir, MU berhasil mencetak gol kelima lewat aksi Memphis Depay yang sukses memaksimalkan umpan Marcos Rojo. Kemenangan 5-1 MU pun bertahan hingga laga tuntas.
Susunan pemain:
Manchester United: Romero; Varela, Carrick, Blind, Riley (Rojo); Schneiderlin, Herrera (Poole); Lingard (Pereira), Mata, Memphis; Martial.
Midtjylland: Andersen, Romer, Hansen, Bodurov, Novak, Sparv, Poulsen, Olsson (Pusic), Hassan (Kadlec), Sisto, Urena (Midtjylland)
MU secara total menang agregat 6-3 setelah dikalahkan 1-2 pada leg pertama pekan lalu di kandang tim asal Denmark tersebut.
Midtjylland membuka keunggulan pada menit ke-27 lewat gol Pione Sista. Mendapatkan bola dari tepi kotak penalti, Sista berputar melewati Daley Blind yang kemudian melesakkan gol tanpa mampu dihalau penjaga gawang.
Gol bunuh diri Nikolay Georgiev Bodurov membuat MU menyamakan kedudukan pada menit ke-32 akibat salah mengantisipasi umpan Depay di depan kotak penalti.
MU berpeluang membalikkan keadaan pada menit ke-42 lewat hadiah penalti yang diberikan wasit usai Herrera ditekel kerasi di area terlarang.
Namun, Juan Mata yang maju sebagai eksekutor gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Bola yang diarahkannya ke sisi kiri gawang dapat dibaca oleh kiper
The Red Devils akhirnya mampu berbalik unggul pada menit ke-63 lewat gol Marcus Rashford. Menerima umpan Juan Mata di dalam kotak penali, Rashford kemudian langsung melesakkan bola dari jarak dekat yang tak kuasa dibendung penjaga gawang.
Rashford kembali mencetak gol pada menit ke-75 untuk membawa MU unggul 3-1 usai memanfaatkan kerjasama apik Varela dan Mata yang diakhiri kiriman umpan silang ke depan mulut gawang dan berhasil disambar Rashford.
MU memperbesar keunggulannya pada menit ke-87 lewat titik penalti yang diberikan wasit setelah Hansen melakukan handball di kotak terlarang.
Ander Herrera yang bertindak sebagai algojo penalti sukses menyarangkan bola ke sisi kiri gawang yang tak mampu dihadang kiper.
Jelang pertandingan berakhir, MU berhasil mencetak gol kelima lewat aksi Memphis Depay yang sukses memaksimalkan umpan Marcos Rojo. Kemenangan 5-1 MU pun bertahan hingga laga tuntas.
Susunan pemain:
Manchester United: Romero; Varela, Carrick, Blind, Riley (Rojo); Schneiderlin, Herrera (Poole); Lingard (Pereira), Mata, Memphis; Martial.
Midtjylland: Andersen, Romer, Hansen, Bodurov, Novak, Sparv, Poulsen, Olsson (Pusic), Hassan (Kadlec), Sisto, Urena (Midtjylland)
Monday, February 22, 2016
Piala FA: Chelsea Taklukan City 5-1
Chelsea merebut tiket perempatfinal Piala FA. The Blues lolos usai membukukan kemenangan telak 5-1 atas Manchester City di babak kelima.
Dalam pertandingan di Stamford Bridge, Minggu (21/2/2016) malam WIB, Chelsea turun dengan kekuatan penuh. Sementara City banyak menurunkan pemain mudanya.
Di babak pertama, Chelsea sempat direpotkan oleh City yang turun dengan tim pelapisnya. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Diego Costa, Chelsea kemudian kebobolan oleh gol pemain debutan City, David Faupala.
Tapi Chelsea menunjukkan keperkasaannya di babak kedua. Empat gol diciptakan oleh tuan rumah di paruh kedua. Willian, Gary Cahill, Eden Hazard, dan Bertrand Traore bergantian menjebol gawang City.
Kemenangan ini mengantar Chelsea lolos ke perempatfinal. Sementara bagi City, kekalahan ini memupus ambisi mereka untuk memenangi empat trofi.
Jalannya Pertandingan
Chelsea tampil dengan kekuatan penuh dalam laga ini. Guus Hiddink menurunkan tim yang sama seperti saat Chelsea menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions. Sementara itu, City tampil dengan tim pelapis.
Chelsea hampir membuka keunggulan di menit-13. Pedro yang melakukan kerja sama satu-dua dengan Cesc Fabregas kemudian menuntaskannya dengan sepakan kaki kiri yang mengarah ke tiang jauh. Tapi upaya Pedro itu masih membentur tiang gawang.
Chelsea yang tampil dominan kemudian membuka skor di menit ke-35. Diawali dari Hazard yang menerima bola dari Fabregas, pemain asal Belgia itu kemudian mengirim umpan ke muka gawang. Diego Costa yang relatif tak terkawal tanpa kesulitan menanduk bola ke dalam gawang.
Tapi keunggulan Chelsea hanya bertahan dua menit. City langsung membalas lewat kerja sama cepat pemain-pemain mudanya. Bola umpan Kelechi Iheanacho yang bergulir di depan gawang langsung dikonversi menjadi gol oleh David Faupala.
Di menit ke-41, Chelsea mendapat peluang untuk mengembalikan keunggulannya. Tapi sepakan Pedro dari dalam kotak penalti setelah menerima bola dari Fabregas masih mengarah tepat ke Willy Caballero.
Memasuki babak kedua, Chelsea tak butuh waktu lama untuk mencetak gol. Hanya tiga menit usai restart, dari serangan balik yang merupakan serangan pertama Chelsea di paruh kedua, Willian menjebol gawang City setelah memainkan umpan satu-dua dengan Hazard.
Lima menit usai gol Willian, Chelsea kembali mencetak gol. Gary Cahill menyambar bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang tak bisa dihentikan oleh Caballero.
Unggul dua gol tak membuat Chelsea mengendurkan serangan. Gempuran Chelsea kemudian berbuah tendangan bebas di menit ke-67 setelah Eden Hazard dijatuhkan di depan kotak penalti City.
Hazard maju sebagai eksekutor. Tendangan kaki kanannya mengarah ke pojok kiri gawang City. Caballero yang sudah telanjur bergerak ke kanan akhirnya mati langkah dan tak bisa mencegah bola masuk ke gawangnya.
Unggul 4-1, Chelsea kemudian memasukkan Oscar. Keberadaan Oscar justru menambah ancaman dari lini serangn Chelsea untuk barisan belakang City.
City makin kewalahan menghadapi dominasi Chelsea. Tak lama setelah masuk, Oscar nyaris mencetak gol, tapi tendangannya dari luar kotak penalti masih melambung tipis di atas mistar gawang City.
Di menit ke-73, Chelsea mendapat tendangan penalti setelah Martin Demichelis menjatuhkan Bertrand Traore yang juga baru masuk di saat yang sama dengan Oscar. Oscar maju sebagai eksekutor, tapi tendangannya bisa ditebak dan digagalkan oleh Caballero.
Satu menit jelang waktu normal habis, Chelsea mencetak gol kelimanya. Sundulan Bertrand Traore yang meneruskan umpan Oscar mengarah ke pojok kiri atas gawang City.
Gol tersebut menjadi penutup pesta gol Cheslea. The Blues menang 5-1 dan lolos ke perempatfinal.
Susunan Pemain
Chelsea: Courtois, Azpilicueta, Cahill, Ivanovic, Baba Rahman; Fabregas, Mikel (Matic 82'), Willian, Hazard, Pedro (Oscar 70'), Diego Costa (Bertrand Traore 70')
City: Caballero, Zabaleta, Adarabioyo, Demichelis, Kolarov, M.Garcia, Fernando (Humphreys 78'), A.Garcia, Celina (Barker 53'), Iheanacho, Faupala
(detiksport)
Dalam pertandingan di Stamford Bridge, Minggu (21/2/2016) malam WIB, Chelsea turun dengan kekuatan penuh. Sementara City banyak menurunkan pemain mudanya.
Di babak pertama, Chelsea sempat direpotkan oleh City yang turun dengan tim pelapisnya. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Diego Costa, Chelsea kemudian kebobolan oleh gol pemain debutan City, David Faupala.
Tapi Chelsea menunjukkan keperkasaannya di babak kedua. Empat gol diciptakan oleh tuan rumah di paruh kedua. Willian, Gary Cahill, Eden Hazard, dan Bertrand Traore bergantian menjebol gawang City.
Kemenangan ini mengantar Chelsea lolos ke perempatfinal. Sementara bagi City, kekalahan ini memupus ambisi mereka untuk memenangi empat trofi.
Jalannya Pertandingan
Chelsea tampil dengan kekuatan penuh dalam laga ini. Guus Hiddink menurunkan tim yang sama seperti saat Chelsea menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions. Sementara itu, City tampil dengan tim pelapis.
Chelsea hampir membuka keunggulan di menit-13. Pedro yang melakukan kerja sama satu-dua dengan Cesc Fabregas kemudian menuntaskannya dengan sepakan kaki kiri yang mengarah ke tiang jauh. Tapi upaya Pedro itu masih membentur tiang gawang.
Chelsea yang tampil dominan kemudian membuka skor di menit ke-35. Diawali dari Hazard yang menerima bola dari Fabregas, pemain asal Belgia itu kemudian mengirim umpan ke muka gawang. Diego Costa yang relatif tak terkawal tanpa kesulitan menanduk bola ke dalam gawang.
Tapi keunggulan Chelsea hanya bertahan dua menit. City langsung membalas lewat kerja sama cepat pemain-pemain mudanya. Bola umpan Kelechi Iheanacho yang bergulir di depan gawang langsung dikonversi menjadi gol oleh David Faupala.
Di menit ke-41, Chelsea mendapat peluang untuk mengembalikan keunggulannya. Tapi sepakan Pedro dari dalam kotak penalti setelah menerima bola dari Fabregas masih mengarah tepat ke Willy Caballero.
Memasuki babak kedua, Chelsea tak butuh waktu lama untuk mencetak gol. Hanya tiga menit usai restart, dari serangan balik yang merupakan serangan pertama Chelsea di paruh kedua, Willian menjebol gawang City setelah memainkan umpan satu-dua dengan Hazard.
Lima menit usai gol Willian, Chelsea kembali mencetak gol. Gary Cahill menyambar bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang tak bisa dihentikan oleh Caballero.
Unggul dua gol tak membuat Chelsea mengendurkan serangan. Gempuran Chelsea kemudian berbuah tendangan bebas di menit ke-67 setelah Eden Hazard dijatuhkan di depan kotak penalti City.
Hazard maju sebagai eksekutor. Tendangan kaki kanannya mengarah ke pojok kiri gawang City. Caballero yang sudah telanjur bergerak ke kanan akhirnya mati langkah dan tak bisa mencegah bola masuk ke gawangnya.
Unggul 4-1, Chelsea kemudian memasukkan Oscar. Keberadaan Oscar justru menambah ancaman dari lini serangn Chelsea untuk barisan belakang City.
City makin kewalahan menghadapi dominasi Chelsea. Tak lama setelah masuk, Oscar nyaris mencetak gol, tapi tendangannya dari luar kotak penalti masih melambung tipis di atas mistar gawang City.
Di menit ke-73, Chelsea mendapat tendangan penalti setelah Martin Demichelis menjatuhkan Bertrand Traore yang juga baru masuk di saat yang sama dengan Oscar. Oscar maju sebagai eksekutor, tapi tendangannya bisa ditebak dan digagalkan oleh Caballero.
Satu menit jelang waktu normal habis, Chelsea mencetak gol kelimanya. Sundulan Bertrand Traore yang meneruskan umpan Oscar mengarah ke pojok kiri atas gawang City.
Gol tersebut menjadi penutup pesta gol Cheslea. The Blues menang 5-1 dan lolos ke perempatfinal.
Susunan Pemain
Chelsea: Courtois, Azpilicueta, Cahill, Ivanovic, Baba Rahman; Fabregas, Mikel (Matic 82'), Willian, Hazard, Pedro (Oscar 70'), Diego Costa (Bertrand Traore 70')
City: Caballero, Zabaleta, Adarabioyo, Demichelis, Kolarov, M.Garcia, Fernando (Humphreys 78'), A.Garcia, Celina (Barker 53'), Iheanacho, Faupala
(detiksport)
Sunday, February 14, 2016
Juventus Kalahkan Napoli 1-0
Juventus memenangi big match melawan Napoli dengan skor 1-0. Kemenangan tersebut pun mengantarkan Juventus naik ke puncak klasemen.
Gol tunggal Juventus pada pertandingan tersebut dicetak oleh Simone Zaza pada menit ke-88. Satu gol Zaza itu membuat Bianconeri mendapatkan tiga poin dan naik ke puncak klasemen dengan nilai 57. Sedangkan Napoli turun ke posisi kedua dengan koleksi nilai 56.
Pada pertandingan yang berlangsung di Juventus Stadium, Minggu (14/2/2016) dini hari WIB, kedua tim bermain dengan ritme cepat sejak awal. Babak pertama bahkan berlangsung seru, kendati Napoli tidak mendapatkan attempts on target.
Juventus, yang bermain dengan formasi 4-4-2, mencoba menekan dari kedua sayap; sayap kanan diisi oleh Juan Cuadrado, sementara di kiri, Paul Pogba mendapatkan bantuan dari Patrice Evra. Napoli di sisi lain, bermain dengan formasi mereka biasanya: 4-3-3.
Kendati terus menekan di babak pertama, Juventus sempat kesulitan karena Napoli bertahan dengan rapat. Beberapa kali Pogba bergerak melebar ke sisi kiri ketika tiba di final-third, namun berulang kali juga ia kesulitan melakukan tusukan.
Pada menit ke-19, Pogba mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Ia mengeksekusi tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti Napoli. Namun, tendangan gelandang asal Prancis itu masih melebar dari sasaran.
Sampai setengah jam pertandingan berjalan, Napoli masih belum bisa mendapatkan satu pun shot on target ke arah gawang Juventus. Mereka baru bisa mendapatkan peluang bersih pada menit ke-33, ketika tendangan dari Allan melebar di sisi gawang yang dikawal Gianluigi Buffon.
Sementara itu, Juventus masih kesulitan untuk menembus pertahanan rapat Napoli. Ini membuat Pogba beberapa kali berusaha membobol gawang Pepe Reina dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Namun, berulang kali usaha Pogba gagal.
Pada menit ke-34, Napoli melancarkan serangan balasan. Sebuah umpan silang dari kanan nyaris saja disambar oleh Gonzalo Higuain yang berada di sisi kanan. Beruntung bagi Juventus, Leonardo Bonucci dengan sigap memotong umpan tersebut sehingga hanya menghasilkan sepak pojok untuk Napoli.
Dari tendangan penjuru itu, Napoli kembali mendapatkan kans. Bola yang dilambungkan ke dalam kotak penalti Juventus langsung disambar oleh Raul Albiol, tetapi tendangan Albiol masih bisa diblok oleh Gianluigi Buffon.
Setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama, kedua tim kembali memulai pertandingan dengan ritme yang sama. Peluang bersih pertama di babak kedua didapatkan oleh Juventus.
Pada menit ke-62, Pogba mengirimkan umpan datar dari sisi kiri, yang kemudian diterima oleh Dybala. Penyerang asal Argentina itu kemudian melepaskan sepakan kaki kiri, namun tendangannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Setelahnya, tidak banyak peluang bersih tercipta. Kendati mendominasi penguasaan bola, Napoli minim ide untuk menembus pertahanan Juventus. Serangan yang mereka lancarkan dari sisi sayap seringkali mandek.
Baru pada menit ke-79 mereka mendapatkan kans. Tendangan Marek Hamsik dari luar kotak penalti masih melambung. Tak lama setelahnya, gantian Higuain yang mendapatkan kans. Tetapi, tendangan Higuain --yang juga dilepaskan dari luar kotak penalti-- masih menyamping.
Justru Juventus yang akhirnya mencetak gol. Pada menit ke-88, Zaza menerima bola dari Patrice Evra. Setelah menggiring bola, berputar untuk mencari posisi tembak, pemain bernomor punggung 7 itu melepaskan sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti.
Tendangan Zaza sempat mengenai kaki Albiol sehingga mengubah arah bola. Pepe Reina pun salah membaca arah bola dan gagal menghalau sepakan keras Zaza. Bola pun melesak masuk ke dalam gawang Napoli.
Dengan sisa waktu yang sedikit, Napoli tidak mampu mengejar. Manolo Gabbiadini sempat berusaha dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Tetapi, sama seperti peluang-peluang Napoli sebelumnya, tendangannya meleset.
Juventus pun keluar sebagai pemenang lewat sepakan keras Zaza itu.
Susunan Pemain
Juventus: Buffon; Lichtsteiner, Bonucci (Rugani 52), Barzagli, Evra; Cuadrado, Khedira, Marchisio, Pogba; Morata (Zaza 57), Dybala (Alex Sandro 85).
Napoli: Napoli: Reina; Hysaj, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Allan (Gabbiadini 89), Jorginho, Hamsik; Callejon, Insigne (Mertens 77), Higuain.
(detikSport)
Gol tunggal Juventus pada pertandingan tersebut dicetak oleh Simone Zaza pada menit ke-88. Satu gol Zaza itu membuat Bianconeri mendapatkan tiga poin dan naik ke puncak klasemen dengan nilai 57. Sedangkan Napoli turun ke posisi kedua dengan koleksi nilai 56.
Pada pertandingan yang berlangsung di Juventus Stadium, Minggu (14/2/2016) dini hari WIB, kedua tim bermain dengan ritme cepat sejak awal. Babak pertama bahkan berlangsung seru, kendati Napoli tidak mendapatkan attempts on target.
Juventus, yang bermain dengan formasi 4-4-2, mencoba menekan dari kedua sayap; sayap kanan diisi oleh Juan Cuadrado, sementara di kiri, Paul Pogba mendapatkan bantuan dari Patrice Evra. Napoli di sisi lain, bermain dengan formasi mereka biasanya: 4-3-3.
Kendati terus menekan di babak pertama, Juventus sempat kesulitan karena Napoli bertahan dengan rapat. Beberapa kali Pogba bergerak melebar ke sisi kiri ketika tiba di final-third, namun berulang kali juga ia kesulitan melakukan tusukan.
Pada menit ke-19, Pogba mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Ia mengeksekusi tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti Napoli. Namun, tendangan gelandang asal Prancis itu masih melebar dari sasaran.
Sampai setengah jam pertandingan berjalan, Napoli masih belum bisa mendapatkan satu pun shot on target ke arah gawang Juventus. Mereka baru bisa mendapatkan peluang bersih pada menit ke-33, ketika tendangan dari Allan melebar di sisi gawang yang dikawal Gianluigi Buffon.
Sementara itu, Juventus masih kesulitan untuk menembus pertahanan rapat Napoli. Ini membuat Pogba beberapa kali berusaha membobol gawang Pepe Reina dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Namun, berulang kali usaha Pogba gagal.
Pada menit ke-34, Napoli melancarkan serangan balasan. Sebuah umpan silang dari kanan nyaris saja disambar oleh Gonzalo Higuain yang berada di sisi kanan. Beruntung bagi Juventus, Leonardo Bonucci dengan sigap memotong umpan tersebut sehingga hanya menghasilkan sepak pojok untuk Napoli.
Dari tendangan penjuru itu, Napoli kembali mendapatkan kans. Bola yang dilambungkan ke dalam kotak penalti Juventus langsung disambar oleh Raul Albiol, tetapi tendangan Albiol masih bisa diblok oleh Gianluigi Buffon.
Setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama, kedua tim kembali memulai pertandingan dengan ritme yang sama. Peluang bersih pertama di babak kedua didapatkan oleh Juventus.
Pada menit ke-62, Pogba mengirimkan umpan datar dari sisi kiri, yang kemudian diterima oleh Dybala. Penyerang asal Argentina itu kemudian melepaskan sepakan kaki kiri, namun tendangannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Setelahnya, tidak banyak peluang bersih tercipta. Kendati mendominasi penguasaan bola, Napoli minim ide untuk menembus pertahanan Juventus. Serangan yang mereka lancarkan dari sisi sayap seringkali mandek.
Baru pada menit ke-79 mereka mendapatkan kans. Tendangan Marek Hamsik dari luar kotak penalti masih melambung. Tak lama setelahnya, gantian Higuain yang mendapatkan kans. Tetapi, tendangan Higuain --yang juga dilepaskan dari luar kotak penalti-- masih menyamping.
Justru Juventus yang akhirnya mencetak gol. Pada menit ke-88, Zaza menerima bola dari Patrice Evra. Setelah menggiring bola, berputar untuk mencari posisi tembak, pemain bernomor punggung 7 itu melepaskan sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti.
Tendangan Zaza sempat mengenai kaki Albiol sehingga mengubah arah bola. Pepe Reina pun salah membaca arah bola dan gagal menghalau sepakan keras Zaza. Bola pun melesak masuk ke dalam gawang Napoli.
Dengan sisa waktu yang sedikit, Napoli tidak mampu mengejar. Manolo Gabbiadini sempat berusaha dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Tetapi, sama seperti peluang-peluang Napoli sebelumnya, tendangannya meleset.
Juventus pun keluar sebagai pemenang lewat sepakan keras Zaza itu.
Susunan Pemain
Juventus: Buffon; Lichtsteiner, Bonucci (Rugani 52), Barzagli, Evra; Cuadrado, Khedira, Marchisio, Pogba; Morata (Zaza 57), Dybala (Alex Sandro 85).
Napoli: Napoli: Reina; Hysaj, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Allan (Gabbiadini 89), Jorginho, Hamsik; Callejon, Insigne (Mertens 77), Higuain.
(detikSport)
Milan vs Genoa 2-1
AC Milan memetik hasil bagus saat berduel melawan Genoa. Rossoneri bisa memetik kemenangan dengan skor 2-1 atas Il Grifone.
Saat melakoni pertandingan di San Siro, Minggu (14/2/2016) malam WIB, Milan bisa unggul cepat. Carlos Bacca yang menjadi pencetak golnya.
Saat menit keempat, Milan mendapatkan peluang pertama. Sepakan Keisuke Honda masih bisa ditepis oleh Mattia Perin hingga berbuah corner kick.
Tendangan sudut itulah yang menjadi awal gol dari Milan. Honda yang ada di sisi sayap kanan, bisa mengirim umpan silang terukur. M'Baye Niang mampu mengganggu bek Genoa saat duel udara, hingga bolanya jatuh di kaki Bacca.
Striker asal Kolombia itu bisa mengontrol bola dengan sempurna sebelum melepaskan sepakan keras kaki kanan dari sisi kanan kotak penalti Genoa.
Delapan menit berselang, Milan mendapatkan peluang lagi. Sialnya, sepakan Giacomo Bonaventura masih off target. Pemain nomor punggung 28 itu juga masih menyia-nyiakan peluang yang didapatnya di menit 23.
Sementara di kubu Genoa, mereka kesulitan untuk membongkar pertahanan Milan. Mereka mendapatkan kans di menit lewat sepakan Luca Rigoni, tapi masih bisa diblok bek Milan. Dua menit kemudian Suso yang mencatatkan peluang tapi juga bisa diblok.
Milan yang sudah unggul tetap terus menekan di babak kedua. Bonaventura belum mampu memaksimalkan peluang di menit 61. Sepakannya masih bisa ditepis Perin.
Milan bisa menggandakan keunggulan di menit 63. Satu sepakan keras kaki kiri Honda dari luar kotak penalti membentur tanah lebih dulu hingga gagal dijangkau oleh Perin.
Milan nyaris mencetak gol ketiga di menit 66. Sepakan Bonaventura dari jarak dekat memanfaatkan umpan Bacca masih bisa diblok Perrin.
Gianluigi Donnarumma menangkap bola untuk pertama kali di menit 76. Bola tendangan Blerim Dzemaili masih bisa ditangkap dengan sempurna oleh kiper 16 tahun itu.
Di masa injury time, Genoa bisa mencetak gol. Alessio Cerci yang mencatatkan namanya di papan skor. Dia memenangi duel udara dengan Donnarumma di muka gawang Milan untuk mencetak gol. Tak lama kemudian laga bubar, Milan menang dengan skor akhir 2-1.
Dengan kemenangan ini, Milan tetap berada di posisi enam klasemen dengan raihan 43 poin. Sementara itu, Genoa ada di peringkat 16 dengan raihan 25 angka.
Susunan Pemain
Milan: Donnarumma; De Sciglio, Alex, Romagnoli, Antonelli; Honda, Montolivo (Poli 82), Bertolacci, Bonaventura; Bacca (Balotelli 87), Niang (Menez 77)
Genoa: Perin; Izzo (Lazovic 65), Burdisso, De Maio; Fiamozzi, Rigoni, Dzemaili (Ntcham 77), Gabriel Silva; Suso (Cerci 46), Matavz, Laxalt
Saat melakoni pertandingan di San Siro, Minggu (14/2/2016) malam WIB, Milan bisa unggul cepat. Carlos Bacca yang menjadi pencetak golnya.
Saat menit keempat, Milan mendapatkan peluang pertama. Sepakan Keisuke Honda masih bisa ditepis oleh Mattia Perin hingga berbuah corner kick.
Tendangan sudut itulah yang menjadi awal gol dari Milan. Honda yang ada di sisi sayap kanan, bisa mengirim umpan silang terukur. M'Baye Niang mampu mengganggu bek Genoa saat duel udara, hingga bolanya jatuh di kaki Bacca.
Striker asal Kolombia itu bisa mengontrol bola dengan sempurna sebelum melepaskan sepakan keras kaki kanan dari sisi kanan kotak penalti Genoa.
Delapan menit berselang, Milan mendapatkan peluang lagi. Sialnya, sepakan Giacomo Bonaventura masih off target. Pemain nomor punggung 28 itu juga masih menyia-nyiakan peluang yang didapatnya di menit 23.
Sementara di kubu Genoa, mereka kesulitan untuk membongkar pertahanan Milan. Mereka mendapatkan kans di menit lewat sepakan Luca Rigoni, tapi masih bisa diblok bek Milan. Dua menit kemudian Suso yang mencatatkan peluang tapi juga bisa diblok.
Milan yang sudah unggul tetap terus menekan di babak kedua. Bonaventura belum mampu memaksimalkan peluang di menit 61. Sepakannya masih bisa ditepis Perin.
Milan bisa menggandakan keunggulan di menit 63. Satu sepakan keras kaki kiri Honda dari luar kotak penalti membentur tanah lebih dulu hingga gagal dijangkau oleh Perin.
Milan nyaris mencetak gol ketiga di menit 66. Sepakan Bonaventura dari jarak dekat memanfaatkan umpan Bacca masih bisa diblok Perrin.
Gianluigi Donnarumma menangkap bola untuk pertama kali di menit 76. Bola tendangan Blerim Dzemaili masih bisa ditangkap dengan sempurna oleh kiper 16 tahun itu.
Di masa injury time, Genoa bisa mencetak gol. Alessio Cerci yang mencatatkan namanya di papan skor. Dia memenangi duel udara dengan Donnarumma di muka gawang Milan untuk mencetak gol. Tak lama kemudian laga bubar, Milan menang dengan skor akhir 2-1.
Dengan kemenangan ini, Milan tetap berada di posisi enam klasemen dengan raihan 43 poin. Sementara itu, Genoa ada di peringkat 16 dengan raihan 25 angka.
Susunan Pemain
Milan: Donnarumma; De Sciglio, Alex, Romagnoli, Antonelli; Honda, Montolivo (Poli 82), Bertolacci, Bonaventura; Bacca (Balotelli 87), Niang (Menez 77)
Genoa: Perin; Izzo (Lazovic 65), Burdisso, De Maio; Fiamozzi, Rigoni, Dzemaili (Ntcham 77), Gabriel Silva; Suso (Cerci 46), Matavz, Laxalt
Arsenal Menang Atas Leicester 2-1
Arsenal sempat ketinggalan saat menjamu Leicester City di Emirates Stadium, Minggu (14/2/2016). Namun, The Gunners akhirnya menang 2-1 berkat gol Danny Welbeck yang tercipta di injury time.
Arsenal yang bertindak sebagai tuan rumah mendominasi pertandingan ini. Akan tetapi, mereka justru tertinggal 0-1 di babak pertama. Tendangan penalti Jamie Vardy membawa Leicester memimpin.
Di babak kedua, Leicester kehilangan Danny Simpson yang diganjar kartu merah. Situasi ini dimanfaatkan oleh Arsenal untuk meningkatkan intensitas serangan mereka.
Usaha Arsenal membuahkan hasil. Mereka menyamakan kedudukan 1-1 melalui pemain pengganti, Theo Walcott.
Kemenangan tim ruan rumah ditentukan oleh pemain yang sudah lama absen, Welbeck. Sundulan Welbeck di detik-detik terakhir injury time memastikan Arsenal meraih poin penuh pada laga ini.
Dengan hasil ini, Arsenal naik ke posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 51 poin. Mereka terpaut dua poin dari Leicester yang masih duduk di puncak.
Jalannya Pertandingan
Arsenal yang mendominasi permainan pada menit-menit awal langsung mengancam gawang Leicester. Pada menit kedua, tendangan sudut Alex Oxlade-Chamberlain diteruskan oleh Alexis Sanchez, namun sundulannya masih sedikit melenceng.
Leicester punya peluang emas pada menit ke-16. Marc Albrighton mengirimkan umpan silang dari sisi kanan yang disundul Vardy. Namun, Petr Cech menunjukkan respons yang sangat baik dengan menangkap bola sambil menjatuhkan diri.
Pada menit ke-26, sundulan Olivier Giroud meneruskan sepak pojok Oxlade-Chamberlain masih melambung. Lima menit kemudian, Giroud menjebol gawang Leicester lewat sundulan kepalanya. Tapi, gol tersebut dianulir karena Giroud lebih dulu terjebak offside.
Cech kembali menyelamatkan gawang Arsenal saat laga memasuki menit ke-39. Dia menepis bola hasil tembakan melengkung N'Golo Kante.
Leicester mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-45. Wasit menunjuk titik putih setelah Vardy dilanggar Nacho Monreal di kotak penalti. Vardy yang maju sebagai algojo mengarahkan bola ke sisi kanan dan sukses mengelabui Cech. Leicester unggul 1-0.
Skor 1-0 untuk keunggulan Leicester bertahan hingga turun minum.
Arsenal langsung menekan Leicester begitu babak kedua dimulai. Mereka mendapatkan peluang pada menit ke-46, tapi tembakan mendatar Aaron Ramsey masih melebar.
Memasuki menit ke-54, Leicester mendapatkan masalah serius. Simpson diusir wasit setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu berdekatan. Pelanggaran Simpson atas Giroud membuat bek kanan Leicester itu harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Arsenal yang unggul jumlah pemain berupaya untuk menambah daya gedornya. Francis Coquelin yang berposisi gelandang bertahan ditarik keluar. Dia digantikan oleh Walcott yang lebih berkarakter menyerang.
Keputusan untuk memasukkan Walcott terbukti tepat. Walcott mencetak gol penyama untuk mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-70. Gol ini berawal dari umpan silang Hector Bellerin dari sisi kanan. Giroud yang berada di kotak penalti membelokkan bola dengan kepalanya ke arah Walcott. Walcott yang tak terkawal kemudian menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang tanpa bisa dihentikan Kasper Schmeichel.
Gol Walcott membuat Arsenal makin bersemangat untuk menggempur Leicester. Ramsey punya kans bagus pada menit ke-74, tapi tembakannya tak mengarah ke sasaran. Percobaan Ramsey pada menit ke-80 juga masih jauh dari gawang Leicester.
Per Mertesacker gagal memaksimalkan sebuah kesempatan emas pada menit ke-85. Dia berdiri bebas saat menyambut umpan dari Mesut Oezil. Akan tetapi, sundulannya masih melenceng tipis.
Giroud mendapatkan dua peluang berturut-turut, tapi gagal menaklukkan Schmeichel. Tembakan kerasnya ditepis Schmeichel, sementara sundulannya juga mengarah tepat ke kiper Leicester itu.
Drama terjadi saat laga sudah memasuki menit kelima injury time. Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Arsenal berhasil mencetak gol kedua. Welbeck menyambut tendangan bebas Oezil dan sundulannya tak bisa dijangkau oleh Schmeichel. Arsenal 2, Leicester 1.
Susunan Pemain
Arsenal: Cech; Bellerin, Mertesacker, Koscielny (Chambers 46'), Monreal; Coquelin (Walcott 61'), Ramsey; Oxlade-Chamberlain (Welbeck 83'), Oezil, Sanchez; Giroud
Leicester City: Schmeichel; Simpson, Morgan, Huth, Fuchs; Mahrez (Wasilewski 58'), Drinkwater, Kante, Albrighton (King 83'); Okazaki (Gray 61'), Vardy
(detikSport)
Arsenal yang bertindak sebagai tuan rumah mendominasi pertandingan ini. Akan tetapi, mereka justru tertinggal 0-1 di babak pertama. Tendangan penalti Jamie Vardy membawa Leicester memimpin.
Di babak kedua, Leicester kehilangan Danny Simpson yang diganjar kartu merah. Situasi ini dimanfaatkan oleh Arsenal untuk meningkatkan intensitas serangan mereka.
Usaha Arsenal membuahkan hasil. Mereka menyamakan kedudukan 1-1 melalui pemain pengganti, Theo Walcott.
Kemenangan tim ruan rumah ditentukan oleh pemain yang sudah lama absen, Welbeck. Sundulan Welbeck di detik-detik terakhir injury time memastikan Arsenal meraih poin penuh pada laga ini.
Dengan hasil ini, Arsenal naik ke posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 51 poin. Mereka terpaut dua poin dari Leicester yang masih duduk di puncak.
Jalannya Pertandingan
Arsenal yang mendominasi permainan pada menit-menit awal langsung mengancam gawang Leicester. Pada menit kedua, tendangan sudut Alex Oxlade-Chamberlain diteruskan oleh Alexis Sanchez, namun sundulannya masih sedikit melenceng.
Leicester punya peluang emas pada menit ke-16. Marc Albrighton mengirimkan umpan silang dari sisi kanan yang disundul Vardy. Namun, Petr Cech menunjukkan respons yang sangat baik dengan menangkap bola sambil menjatuhkan diri.
Pada menit ke-26, sundulan Olivier Giroud meneruskan sepak pojok Oxlade-Chamberlain masih melambung. Lima menit kemudian, Giroud menjebol gawang Leicester lewat sundulan kepalanya. Tapi, gol tersebut dianulir karena Giroud lebih dulu terjebak offside.
Cech kembali menyelamatkan gawang Arsenal saat laga memasuki menit ke-39. Dia menepis bola hasil tembakan melengkung N'Golo Kante.
Leicester mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-45. Wasit menunjuk titik putih setelah Vardy dilanggar Nacho Monreal di kotak penalti. Vardy yang maju sebagai algojo mengarahkan bola ke sisi kanan dan sukses mengelabui Cech. Leicester unggul 1-0.
Skor 1-0 untuk keunggulan Leicester bertahan hingga turun minum.
Arsenal langsung menekan Leicester begitu babak kedua dimulai. Mereka mendapatkan peluang pada menit ke-46, tapi tembakan mendatar Aaron Ramsey masih melebar.
Memasuki menit ke-54, Leicester mendapatkan masalah serius. Simpson diusir wasit setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu berdekatan. Pelanggaran Simpson atas Giroud membuat bek kanan Leicester itu harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Arsenal yang unggul jumlah pemain berupaya untuk menambah daya gedornya. Francis Coquelin yang berposisi gelandang bertahan ditarik keluar. Dia digantikan oleh Walcott yang lebih berkarakter menyerang.
Keputusan untuk memasukkan Walcott terbukti tepat. Walcott mencetak gol penyama untuk mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-70. Gol ini berawal dari umpan silang Hector Bellerin dari sisi kanan. Giroud yang berada di kotak penalti membelokkan bola dengan kepalanya ke arah Walcott. Walcott yang tak terkawal kemudian menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang tanpa bisa dihentikan Kasper Schmeichel.
Gol Walcott membuat Arsenal makin bersemangat untuk menggempur Leicester. Ramsey punya kans bagus pada menit ke-74, tapi tembakannya tak mengarah ke sasaran. Percobaan Ramsey pada menit ke-80 juga masih jauh dari gawang Leicester.
Per Mertesacker gagal memaksimalkan sebuah kesempatan emas pada menit ke-85. Dia berdiri bebas saat menyambut umpan dari Mesut Oezil. Akan tetapi, sundulannya masih melenceng tipis.
Giroud mendapatkan dua peluang berturut-turut, tapi gagal menaklukkan Schmeichel. Tembakan kerasnya ditepis Schmeichel, sementara sundulannya juga mengarah tepat ke kiper Leicester itu.
Drama terjadi saat laga sudah memasuki menit kelima injury time. Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Arsenal berhasil mencetak gol kedua. Welbeck menyambut tendangan bebas Oezil dan sundulannya tak bisa dijangkau oleh Schmeichel. Arsenal 2, Leicester 1.
Susunan Pemain
Arsenal: Cech; Bellerin, Mertesacker, Koscielny (Chambers 46'), Monreal; Coquelin (Walcott 61'), Ramsey; Oxlade-Chamberlain (Welbeck 83'), Oezil, Sanchez; Giroud
Leicester City: Schmeichel; Simpson, Morgan, Huth, Fuchs; Mahrez (Wasilewski 58'), Drinkwater, Kante, Albrighton (King 83'); Okazaki (Gray 61'), Vardy
(detikSport)
Chelsea Menang Besar Atas Newcastle 5-1
Chelsea berpesta gol saat menjamu Newcastle United di pekan 26 Premier League. Sangat dominan, The Blues menyudahi pertandingan dengan keunggulan 5-1.
Bermain di Stamford Bridge, Mingu (14/2/2016) dinihari WIB, Chelsea sudah bikin tiga gol saat pertandingan baru berjalan 16 menit. Diego Costa mengawalinya di menit ketiga, disusul Pedro Rodrigues pada menit sembilan, Willian pada menit 16.
Meski sempat mengendur, dominasi 'Si Biru' masih terlihat jelas di babak kedua. Hasilnya adalah dua gol tambahan yang kembali dibuat Pedro dan pemain pengganti Bertrand Traore. Tim tamu sempat memperkecil skor melalui Andros Townsend jelang laga tuntas.
Hasil laga ini mengangkat Chelsea naik dua anak tangga ke urutan 12 klasemen dengan poin 33. Sementara Newcastle turun ke zona degradasi, urutan 18 dengan poin 24.
Jalannya Pertandingan
Di Stamford Bridge, Minggu (14/2/2016) dinihari WIB, gol pertama Chelsea datang saat laga belum genap empat menit. Dari serangan yang dibangun di sisi kanan Willian melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti. Di sana Costa menyambutnya sambil menjatuhkan diri, bola yang disepak striker asal Spanyol itu masuk ke gawang di tiang jauh pada menit keempat.
Lima menit berselang pendukung tuan rumah kembali bersorak setelah Pedro mencetak gol kedua. Memanfaatkan kesalahan pemain Newcastle, Pedro memotong umpan lawan di tengah lapangan dan melanjutkan dengan menggiring bola sampai kotak penalti. Di sana dia dengan tenang melepaskan tembakan terarah ke sisi kanan gawang. Kiper Elliot pun harus kembali memungut bola dari gawangnya.
Gol ketiga Chelsea dihasilkan dari kerjasama tim yang terbangun baik, cuma tujuh menit setelah gol Pedro. Cesc Fabregas mengirim bola pada Costa yang berada di sisi kanan, penyerang internasional Spanyol itu menahannya sejenak sebelum mengirim umpan pada Willian yang masuk ke kotak penalti di tiang jauh. Dengan satu sontekan gelandang asal Brasil itu menjebol gawang The Magpies.
Gelombang serangan Chelsea terus berlanjut. Di menit 27 Branislav Ivanovic bisa saja mengubah kedudukan jadi 4-0, tapi sepakan keras yang dia lepaskan terhadang pemain Newcastle yang bertumpuk di kotak penalti.
Tim tamu bukannya tak punya peluang sama sekali. Yang terbaik yang mereka ciptakan datang di menit 34. Umpan yang dilepaskan Daryl Janmaat di sisi kanan tepat mengarah ke Georginio Wijnaldum. Tapi tendangan Wijnaldum tidak sempurna mengenai bola yang membuat Thibaut Courtois dengan mudah menangkapnya.
Tujuh menit sebelum babak pertama selesai Pedro punya kans mencetak gol keduanya. Tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper, sepakan Pedro mengarah ke tengah sehingga mudah ditangkap kiper.
Di awal babak kedua Necastle memberikan perlawana lebih sengit. Sebuah peluang mereka miliki saat upaya Jonjo Shelvey menyambar umpan dari sisi kanan diblok oleh Cesar Azpilicueta.
Gol Pedro! Pedro mencetak gol keduanya saat pertandingan berusia 59 menit. Gol ini tercipta dari situasi yang pada awalnya tidak terlihat membahayakan.
Dari tengah lapangan Cecs Fabregas mengirim umpan panjang ke jantung pertahanan Newcastle. Di sana Pedro berhasil menguasai bola dengan baik dan menggiringnya ke kotak penalti. Sepakan mendatarnya bersarang di jala gawang dan mengubah kedudukan jadi 4-0.
Meski unggul jauh tekanan Chelsea tak berhenti sampai di situ. Tujuh menit sebelum pertandingan tuntas gol kelima tercipta. Gol diawali kerjasama satu-dua antara Eden Hazard dan Azpilicueta. Si bek asal Spanyol lantas melepaskan umpan ke tengah kotak penalti yang langsung disambar Traore.
Pada periode injury time Newcastle berhasil membuat satu gol. Dari jarak jauh tendangan Townsend masuk ke gawang tanpa bisa dihalau Courtois.
Susunan Pemain
Chelsea XI: Courtois, Ivanovic, Cahill, Terry ('38 Baba Rahman), Azpilicueta, Fabregas, Matic, Pedro, Willian ('80 Ruben Loftus-Cheek), Hazard, Costa ('60 Bertrand Traore)
Newcastle XI: Elliot, Janmaat, Taylor, Coloccini, Aarons, Shelvey, Tiote ('67 Jamaal Lascelles), Sissoko, Wijnaldum ('46 Jack Colback), Townsend, Mitrovic ('70 Seydou Doumbi)
(detikSport)
Bermain di Stamford Bridge, Mingu (14/2/2016) dinihari WIB, Chelsea sudah bikin tiga gol saat pertandingan baru berjalan 16 menit. Diego Costa mengawalinya di menit ketiga, disusul Pedro Rodrigues pada menit sembilan, Willian pada menit 16.
Meski sempat mengendur, dominasi 'Si Biru' masih terlihat jelas di babak kedua. Hasilnya adalah dua gol tambahan yang kembali dibuat Pedro dan pemain pengganti Bertrand Traore. Tim tamu sempat memperkecil skor melalui Andros Townsend jelang laga tuntas.
Hasil laga ini mengangkat Chelsea naik dua anak tangga ke urutan 12 klasemen dengan poin 33. Sementara Newcastle turun ke zona degradasi, urutan 18 dengan poin 24.
Jalannya Pertandingan
Di Stamford Bridge, Minggu (14/2/2016) dinihari WIB, gol pertama Chelsea datang saat laga belum genap empat menit. Dari serangan yang dibangun di sisi kanan Willian melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti. Di sana Costa menyambutnya sambil menjatuhkan diri, bola yang disepak striker asal Spanyol itu masuk ke gawang di tiang jauh pada menit keempat.
Lima menit berselang pendukung tuan rumah kembali bersorak setelah Pedro mencetak gol kedua. Memanfaatkan kesalahan pemain Newcastle, Pedro memotong umpan lawan di tengah lapangan dan melanjutkan dengan menggiring bola sampai kotak penalti. Di sana dia dengan tenang melepaskan tembakan terarah ke sisi kanan gawang. Kiper Elliot pun harus kembali memungut bola dari gawangnya.
Gol ketiga Chelsea dihasilkan dari kerjasama tim yang terbangun baik, cuma tujuh menit setelah gol Pedro. Cesc Fabregas mengirim bola pada Costa yang berada di sisi kanan, penyerang internasional Spanyol itu menahannya sejenak sebelum mengirim umpan pada Willian yang masuk ke kotak penalti di tiang jauh. Dengan satu sontekan gelandang asal Brasil itu menjebol gawang The Magpies.
Gelombang serangan Chelsea terus berlanjut. Di menit 27 Branislav Ivanovic bisa saja mengubah kedudukan jadi 4-0, tapi sepakan keras yang dia lepaskan terhadang pemain Newcastle yang bertumpuk di kotak penalti.
Tim tamu bukannya tak punya peluang sama sekali. Yang terbaik yang mereka ciptakan datang di menit 34. Umpan yang dilepaskan Daryl Janmaat di sisi kanan tepat mengarah ke Georginio Wijnaldum. Tapi tendangan Wijnaldum tidak sempurna mengenai bola yang membuat Thibaut Courtois dengan mudah menangkapnya.
Tujuh menit sebelum babak pertama selesai Pedro punya kans mencetak gol keduanya. Tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper, sepakan Pedro mengarah ke tengah sehingga mudah ditangkap kiper.
Di awal babak kedua Necastle memberikan perlawana lebih sengit. Sebuah peluang mereka miliki saat upaya Jonjo Shelvey menyambar umpan dari sisi kanan diblok oleh Cesar Azpilicueta.
Gol Pedro! Pedro mencetak gol keduanya saat pertandingan berusia 59 menit. Gol ini tercipta dari situasi yang pada awalnya tidak terlihat membahayakan.
Dari tengah lapangan Cecs Fabregas mengirim umpan panjang ke jantung pertahanan Newcastle. Di sana Pedro berhasil menguasai bola dengan baik dan menggiringnya ke kotak penalti. Sepakan mendatarnya bersarang di jala gawang dan mengubah kedudukan jadi 4-0.
Meski unggul jauh tekanan Chelsea tak berhenti sampai di situ. Tujuh menit sebelum pertandingan tuntas gol kelima tercipta. Gol diawali kerjasama satu-dua antara Eden Hazard dan Azpilicueta. Si bek asal Spanyol lantas melepaskan umpan ke tengah kotak penalti yang langsung disambar Traore.
Pada periode injury time Newcastle berhasil membuat satu gol. Dari jarak jauh tendangan Townsend masuk ke gawang tanpa bisa dihalau Courtois.
Susunan Pemain
Chelsea XI: Courtois, Ivanovic, Cahill, Terry ('38 Baba Rahman), Azpilicueta, Fabregas, Matic, Pedro, Willian ('80 Ruben Loftus-Cheek), Hazard, Costa ('60 Bertrand Traore)
Newcastle XI: Elliot, Janmaat, Taylor, Coloccini, Aarons, Shelvey, Tiote ('67 Jamaal Lascelles), Sissoko, Wijnaldum ('46 Jack Colback), Townsend, Mitrovic ('70 Seydou Doumbi)
(detikSport)
Sunderland Kandaskan Manchester United 2-1
Sunderland meraih kemenangan 2-1 atas Manchester United pada pekan ke-26 Premier League. Ini adalah kemenangan penting buat Sunderland sekaligus pukulan cukup telak untuk United.
Dengan hasil ini, United tetap berada di posisi kelima klasemen dengan koleksi nilai 41. Ini adalah kekalahan ketujuh mereka musim ini dan mereka sedang tertinggal enam poin di belakang Manchester City yang menduduki posisi keempat. Posisi United juga terancam dilewati oleh West Ham United, jika tim besutan Slaven Bilic itu menang atas Norwich City beberapa jam lagi.
Sementara itu, kemenangan ini berarti penting buat Sunderland yang tengah berusaha menghindari degradasi. Setelah pertandingan, The Black Cats berada di posisi 18 dengan koleksi nilai 23, tertinggal satu angka dari Newcastle United yang berada di posisi ke-17.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadium of Light, Sabtu (13/2/2016) malam WIB, Sunderland mendapatkan tendangan bebas di sisi kanan pertahanan United pada menit ketiga. Tendangan bebas tersebut diberikan setelah Matteo Darmian melakukan pelanggaran terhadap Patrick van Aanholt.
Tendangan bebas tersebut dieksekusi oleh Wahbi Khazri. Tendangan kaki kanannya tidak melambung tinggi, hanya sebatas dada para pemain. Namun, bola memantul tanah dan melesak ke arah tiang jauh. Kiper United, David de Gea, tidak melihat arah laju bola karena terhalang para pemain di depannya dan gagal menjangkau bola.
United mencoba menekan. Namun, mereka kesulitan untuk menembus pertahanan Sunderland. Beberapa kali momentum untuk melepas umpan lewat lantaran pemain-pemain depan United terlalu lama menguasai bola.
Pada menit ke-10, Sunderland nyaris mencetak gol kedua mereka. Sebuah kemelut di depan gawang United nyaris membuat gawang De Gea bobol lagi, andai saja Jermain Defoe bisa melepaskan tembakan. Namun, sebelum Defoe sempat melepaskan tembakan, Chris Smalling menghalau bola dan bola mengenai kaki Defoe lalu keluar dari lapangan.
United akhirnya mendapatkan attempt on target pertama mereka pada menit ke-30. Berawal dari umpan Wayne Rooney dari kiri, Juan Mata melepaskan sepakan first-time dari dalam kotak penalti. Namun, tendangan Mata mengarah tepat ke tangkapan kiper Vito Mannone.
Baru sembilan menit kemudian, United bisa mencetak gol penyama kedudukan. Gol bermula dari tendangan Mata dari luar kotak penalti. Tendangan gelandang asal Spanyol itu masih bisa ditepis oleh Mannone, namun bola rebound langsung disontek oleh Anthony Martial. 1-1.
Di babak kedua, Sunderland tampil agresif dan membuat sejumlah peluang. Sementara lini belakang United tampak kikuk menghadapi kecepatan pemain-pemain depan Sunderland.
Salah satu peluang di babak kedua didapatkan oleh Dame N'Doye. Ia lolos dari jebakan offside lalu melepaskan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penali. Sial baginya, tendangannya masih bisa diblok oleh De Gea.
N'Doye juga sempat mendapatkan satu peluang lagi di babak kedua. Namun, tendangannya dari dalam kotak penalti pada menit ke-71. Lagi-lagi tendangannya gagal, kali ini ditepis oleh De Gea dengan tangan.
United sempat mendapatkan dua peluang, satu lewat tendangan Mata yang mengarah tepat ke tangkapan Mannone, yang lainnya lewat tendangan Mamphis Depay. Pada menit ke-80, Memphis menerima operan dari Cameron Borthwick-Jackson dan melepaskan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti, namun masih bisa ditepis Mannone.
Setelah mendapatkan berbagai peluang itu, Sunderland akhirnya unggul 2-1 pada menit ke-81. Berawal dari sebuah tendangan sudut yang dieksekusi dari sisi kanan, Lamine Kone --yang berdiri tanpa pengawalan-- melepaskan sundulan. Sundulan Kone sempat mengenai De Gea, namun bola tetap meluncur masuk ke dalam gawang.
Gol tersebut kemudian dianggap sebagai gol bunuh diri De Gea. Setelahnya, kendati ada empat menit injury time, United tetap gagal mengkreasikan peluang bersih. Skor 2-1 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain
Sunderland: Mannone, Kone, O'Shea, Van Aanholt, Kirchhoff (Rodwell 15), Yedlin, Cattermole, M'Vila, N'Doye, Khazri, Defoe (Borini 70).
Manchester United: De Gea, Darmian (Love 37), Smalling, Blind, Borthwick-Jackson, Carrick, Schneiderlin (Keane 86), Lingard (Memphis 62), Martial, Mata, Rooney.
(Detik Sport)
Monday, February 8, 2016
Chelsea-MU Seri 1-1
Laga dramatis tersaji di Stamford Bridge, kala Chelsea berimbang 1-1 kontra Manchester United. Gol Diego Costa di injury time menggagalkan keunggulan MU lewat Jesse Lingard.
Menjamu MU di Stamford Bridge, Minggu (7/2/2016) malam WIB, Chelsea sejak awal tampak ingin membiarkan tamunya lebih banyak menguasai permainan. Di 20 menit awal laga, MU banyak menekan utamanya lewat kiri. Tapi sejumlah peluang gagal berbuah gol.
Chelsea bangkit setelah itu dan juga mencatatkan beberapa kans. Tapi mereka juga tak mampu memecah skor. Klaim penalti di penghujung babak atas hand ball Daley Blind pun tak digubris wasit. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Babak kedua dimulai dengan agresif oleh MU. Mereka langsung mendapatkan sejumlah peluang bagus. Setelah sejumlah kesempatan terlewatkan, mereka memecah kebuntuan melalui Jesse Lingard di menit ke-61.
Sejak gol tersebut, berangsur-angsur alur permainan mulai berbalik. Chelsea lebih agresif menyerang MU, tapi cukup kesulitan merangsek ke dalam kotak penalti.
Jalan keluar untuk Chelsea baru datang di masa injury time. Costa lolos dari jebakan offside dan menerima umpan terobosan Fabregas, lalu menaklukkan David De Gea. Laga pun berakhir dengan skor 1-1.
Hasil imbang ini tak mengubah posisi kedua tim di papan klasemen. Chelsea tetap di urutan 13 dengan nilai 30 dari 25 pekan, sedang MU di tangga kelima dengan 41 angka.
Jalannya Pertandingan
Selepas kick-off, MU langsung berupaya menguasai permainan. Sebuah umpan silang berbahaya dikirimkan Borthwick-Jackson dari sisi kiri, tapi Kurt Zouma sigap menghalau.
Tekanan lain diciptakan MU di menit ke-8. Borthwick-Jackson melepaskan percobaan dari luar kotak penalti, tapi masih mudah diamankan Thibaut Courtois.
Dari percobaan jarak jauh, MU kembali punya kesempatan lima menit berselang. Kali ini upaya dari Michael Carrick dan juga bisa diantisipasi oleh Courtois.
Chelsea kemudian merespons dengan sebuah aksi individual Willian di menit ke-16. Gelandang serang asal Brasil itu menggiring bola di sisi kanan dari daerah sendiri, sampai memasuki sepertiga akhir. Bola kemudian dioper ke Oscar di kiri dan coba diselesaikan dengan sepakan. Di saat yang tepat, Marouane Fellaini melakukan tekel dan memblok.
Sisi kiri MU tampak lebih hidup sampai menit ke-18. Kali ini Anthony Martial yang mengancam, dengan melakukan gerakan memotong ke tengah sebelum kemudian melepaskan sepakan terarah menuju tiang jauh. Courtois mau tak mau merentangkan tubuhnya untuk menepis bola.
Diego Costa tampak kesal dan protes terhadap wasit di menit ke-27 menyusul sebuah sepak pojok. Bola umpan lambung Cesc Fabregas berhasil disundulnya, tapi melambung setelah membentur Daley Blind. Alih-alih memberikan sepak pojok kepada Chelsea, wasit justru memberikan tendangan gawang untuk MU. Tapi insiden ini tak membesar.
Dua menit berselang, Chelsea menciptakan sebuah peluang bagus. Umpan silang Willian ditanduk Nemanja Matic ke arah gawang, menyasar pojok kiri. Tapi David De Gea melakukan manuver impresif untuk menangkap bola.
Setelah tampil hidup di 20 menit pertama, MU berangsur-angsur berbalik tertekan. Costa menerima umpan terobosan dari Oscar di sisi kanan, lalu melepaskan tembakan mendatar. Bola bergulir tipis saja ke kiri gawang.
Tak lama berselang, Chelsea gantian mendapatkan kesempatan di sisi kiri. Azpilicueta mendapatkan bola di dalam kotak penalti, lalu menyodorkannya ke Oscar yang berlari dari belakang. Kans ini terbuang saja sepakan Oscar melambung.
Di menit ke-35, Chelsea nyaris memecah skor. Willian merangsek di sisi kanan, melewati Borthwick-Jackson, lalu mengirimkan umpan silang mendatar ke depan gawang. Oscar yang dalam penjagaan Smalling coba menyontek bola, tapi gagal.
MU mulai kembali membangun tekanan ke Chelsea. Dari sebuah sepak pojok di menit ke-40, mereka punya kesempatan bagus. Umpan lambung Blind dari kanan ditanduk Fellaini, tapi cuma melebar ke kiri.
Sisi kanan pertahanan Chelsea yang digalang Branislav Ivanovic terus menjadi sasaran MU. Mereka berupaya mengeksploitasi lewat kecepatan Martial. Tapi masih belum membuahkan hasil.
Dari serangan balik di penghujung babak pertama, Chelsea malah hampir memimpin. Terry yang dalam posisi cukup bebas, mendapatkan bola di tengah kotak penalti dan mencoba melepaskan sepakan. Tapi Blind datang dan memblok bola.
Pada prosesnya Chelsea mengklaim penalti, karena bola dinilai mengenai tangan Blind. Namun wasit bergeming. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Dua menit babak kedua berjalan, MU membangun serangan yang bagus. Mata melepaskan umpan terobosan lambung ke Rooney. Tapi sayang untuk MU, Rooney tak mampu mengontrol bola yang datang cukup tinggi sehingga mengarah lebih dekat ke Curtois.
Di menit ke-49, Rooney benar-benar mengancam. Sepakannya dari luar kotak penalti ditepis Courtois di pojok kiri bawah gawang. Semenit berselang, giliran Martial yang menebar bahaya. Kali ini bola cuma melebar tipis ke kiri gawang.
Courtois dipaksa melakukan dua penyelamatan di menit ke-54. Martial menahan bola di kotak penalti dan mengoper ke Jesse Lingard. Sepakannya kemudian dihalau Courtois. Rooney kemudian melanjutkan tekanan dengan sepakan dari sudut sempit, tapi lagi-lagi Courtois menepis.
Chelsea harus kehilangan Zouma di menit ke-59 karena mengalami cedera. Zouma salah mendarat sehingga kaki kanannya menapak dalam posisi tak pas. Posisinya kemudian digantikan Gary Cahill.
MU memecah kebuntuan di menit ke-62. Dari serangan di sisi kiri, Rooney mengirimkan umpan silang dan dikontrol dengan sempurna oleh Lingard. Sambil memutar badan, Lingard kemudian melepaskan sepakan yang berakhir di pojok kanan atas gawang.
Chelsea mendapatkan kesempatan bagus di menit ke-68. Umpan lambung dari kanan berupaya disundul Azpilicueta, tapi tak mengarah ke gawang. Bola lantas disambar dengan sepakan voli Ivanovic, yang ditepis dengan cemerlang oleh De Gea.
Peluang lain didapatkan Chelsea di menit ke-72. Hazard menusuk di kanan, lalu mengoper ke Fabregas. Fabregas berhasil mengecoh penjagaan pemain MU dan mendapatkan ruang tembak di sisi kanan di dalam kotak penalti. Tapi lagi-lagi De Gea menunjukkan refleks oke untuk menghalau bola.
Rooney mencoba melakukan tendangan salto di menit ke-74, menyambut umpan silang Darmian. Gagal. Bola berakhir ke kanan gawang dan bergulir pelan.
Chelsea berangsur-angsur mulai mendominasi dan terus menekan. MU lebih banyak menunggu dan mencoba mempertahankan keunggulan. Chelsea sebenarnya punya sejumlah kesempatan lewat bola mati, tapi gagal dimanfaatkan dengan baik karena eksekusi-eksekusi Willian amat buruk.
Willian pada prosesnya mampu memberikan operan bagus dari bola mati di menit ke-89. Bola ditanduk Costa, tapi cuma tipis saja di atas mistar gawang.
Chelsea pada akhirnya menyamakan kedudukan di menit kedua injury time. Dari tengah, Fabregas melepaskan umpan terobosan dan diterima Costa yang tak terkawal. Posisi Borthwick-Jackson yang bertahan terlalu dalam juga membantu Costa lolos dari jeratan offside.
Borthwick-Jackson sempat melakukan tekel untuk mencegah Costa menaklukkan De Gea dalam duel satu lawan satu. Tapi tekelnya justru membuat bola bergulir menjauhi De Gea, memudahkan Costa menceploskannya ke dalam gawang.
Costa sempat mendapatkan kesempatan lain jelang peluit akhir berbunyi. Tapi sepakannya dari sisi kiri di dalam kotak penalti bisa dihalau De Gea. Laga berakhir dengan skor 1-1.
Susunan pemain:
Chelsea: Courtois; Ivanovic, Zouma (Cahill 59'), Terry, Azpilicueta; Obi Mikel, Matic (Pedro 67'); Willian, Fabregas, Oscar (Hazard 55'); Costa.
MU: De Gea; Darmian, Smalling, Blind, Borthwick-Jackson; Fellaini (Schneiderlin 79'), Carrick; Lingard (Memphis 87'), Mata (Herrera 94'), Martial; Rooney
Menjamu MU di Stamford Bridge, Minggu (7/2/2016) malam WIB, Chelsea sejak awal tampak ingin membiarkan tamunya lebih banyak menguasai permainan. Di 20 menit awal laga, MU banyak menekan utamanya lewat kiri. Tapi sejumlah peluang gagal berbuah gol.
Chelsea bangkit setelah itu dan juga mencatatkan beberapa kans. Tapi mereka juga tak mampu memecah skor. Klaim penalti di penghujung babak atas hand ball Daley Blind pun tak digubris wasit. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Babak kedua dimulai dengan agresif oleh MU. Mereka langsung mendapatkan sejumlah peluang bagus. Setelah sejumlah kesempatan terlewatkan, mereka memecah kebuntuan melalui Jesse Lingard di menit ke-61.
Sejak gol tersebut, berangsur-angsur alur permainan mulai berbalik. Chelsea lebih agresif menyerang MU, tapi cukup kesulitan merangsek ke dalam kotak penalti.
Jalan keluar untuk Chelsea baru datang di masa injury time. Costa lolos dari jebakan offside dan menerima umpan terobosan Fabregas, lalu menaklukkan David De Gea. Laga pun berakhir dengan skor 1-1.
Hasil imbang ini tak mengubah posisi kedua tim di papan klasemen. Chelsea tetap di urutan 13 dengan nilai 30 dari 25 pekan, sedang MU di tangga kelima dengan 41 angka.
Jalannya Pertandingan
Selepas kick-off, MU langsung berupaya menguasai permainan. Sebuah umpan silang berbahaya dikirimkan Borthwick-Jackson dari sisi kiri, tapi Kurt Zouma sigap menghalau.
Tekanan lain diciptakan MU di menit ke-8. Borthwick-Jackson melepaskan percobaan dari luar kotak penalti, tapi masih mudah diamankan Thibaut Courtois.
Dari percobaan jarak jauh, MU kembali punya kesempatan lima menit berselang. Kali ini upaya dari Michael Carrick dan juga bisa diantisipasi oleh Courtois.
Chelsea kemudian merespons dengan sebuah aksi individual Willian di menit ke-16. Gelandang serang asal Brasil itu menggiring bola di sisi kanan dari daerah sendiri, sampai memasuki sepertiga akhir. Bola kemudian dioper ke Oscar di kiri dan coba diselesaikan dengan sepakan. Di saat yang tepat, Marouane Fellaini melakukan tekel dan memblok.
Sisi kiri MU tampak lebih hidup sampai menit ke-18. Kali ini Anthony Martial yang mengancam, dengan melakukan gerakan memotong ke tengah sebelum kemudian melepaskan sepakan terarah menuju tiang jauh. Courtois mau tak mau merentangkan tubuhnya untuk menepis bola.
Diego Costa tampak kesal dan protes terhadap wasit di menit ke-27 menyusul sebuah sepak pojok. Bola umpan lambung Cesc Fabregas berhasil disundulnya, tapi melambung setelah membentur Daley Blind. Alih-alih memberikan sepak pojok kepada Chelsea, wasit justru memberikan tendangan gawang untuk MU. Tapi insiden ini tak membesar.
Dua menit berselang, Chelsea menciptakan sebuah peluang bagus. Umpan silang Willian ditanduk Nemanja Matic ke arah gawang, menyasar pojok kiri. Tapi David De Gea melakukan manuver impresif untuk menangkap bola.
Setelah tampil hidup di 20 menit pertama, MU berangsur-angsur berbalik tertekan. Costa menerima umpan terobosan dari Oscar di sisi kanan, lalu melepaskan tembakan mendatar. Bola bergulir tipis saja ke kiri gawang.
Tak lama berselang, Chelsea gantian mendapatkan kesempatan di sisi kiri. Azpilicueta mendapatkan bola di dalam kotak penalti, lalu menyodorkannya ke Oscar yang berlari dari belakang. Kans ini terbuang saja sepakan Oscar melambung.
Di menit ke-35, Chelsea nyaris memecah skor. Willian merangsek di sisi kanan, melewati Borthwick-Jackson, lalu mengirimkan umpan silang mendatar ke depan gawang. Oscar yang dalam penjagaan Smalling coba menyontek bola, tapi gagal.
MU mulai kembali membangun tekanan ke Chelsea. Dari sebuah sepak pojok di menit ke-40, mereka punya kesempatan bagus. Umpan lambung Blind dari kanan ditanduk Fellaini, tapi cuma melebar ke kiri.
Sisi kanan pertahanan Chelsea yang digalang Branislav Ivanovic terus menjadi sasaran MU. Mereka berupaya mengeksploitasi lewat kecepatan Martial. Tapi masih belum membuahkan hasil.
Dari serangan balik di penghujung babak pertama, Chelsea malah hampir memimpin. Terry yang dalam posisi cukup bebas, mendapatkan bola di tengah kotak penalti dan mencoba melepaskan sepakan. Tapi Blind datang dan memblok bola.
Pada prosesnya Chelsea mengklaim penalti, karena bola dinilai mengenai tangan Blind. Namun wasit bergeming. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Dua menit babak kedua berjalan, MU membangun serangan yang bagus. Mata melepaskan umpan terobosan lambung ke Rooney. Tapi sayang untuk MU, Rooney tak mampu mengontrol bola yang datang cukup tinggi sehingga mengarah lebih dekat ke Curtois.
Di menit ke-49, Rooney benar-benar mengancam. Sepakannya dari luar kotak penalti ditepis Courtois di pojok kiri bawah gawang. Semenit berselang, giliran Martial yang menebar bahaya. Kali ini bola cuma melebar tipis ke kiri gawang.
Courtois dipaksa melakukan dua penyelamatan di menit ke-54. Martial menahan bola di kotak penalti dan mengoper ke Jesse Lingard. Sepakannya kemudian dihalau Courtois. Rooney kemudian melanjutkan tekanan dengan sepakan dari sudut sempit, tapi lagi-lagi Courtois menepis.
Chelsea harus kehilangan Zouma di menit ke-59 karena mengalami cedera. Zouma salah mendarat sehingga kaki kanannya menapak dalam posisi tak pas. Posisinya kemudian digantikan Gary Cahill.
MU memecah kebuntuan di menit ke-62. Dari serangan di sisi kiri, Rooney mengirimkan umpan silang dan dikontrol dengan sempurna oleh Lingard. Sambil memutar badan, Lingard kemudian melepaskan sepakan yang berakhir di pojok kanan atas gawang.
Chelsea mendapatkan kesempatan bagus di menit ke-68. Umpan lambung dari kanan berupaya disundul Azpilicueta, tapi tak mengarah ke gawang. Bola lantas disambar dengan sepakan voli Ivanovic, yang ditepis dengan cemerlang oleh De Gea.
Peluang lain didapatkan Chelsea di menit ke-72. Hazard menusuk di kanan, lalu mengoper ke Fabregas. Fabregas berhasil mengecoh penjagaan pemain MU dan mendapatkan ruang tembak di sisi kanan di dalam kotak penalti. Tapi lagi-lagi De Gea menunjukkan refleks oke untuk menghalau bola.
Rooney mencoba melakukan tendangan salto di menit ke-74, menyambut umpan silang Darmian. Gagal. Bola berakhir ke kanan gawang dan bergulir pelan.
Chelsea berangsur-angsur mulai mendominasi dan terus menekan. MU lebih banyak menunggu dan mencoba mempertahankan keunggulan. Chelsea sebenarnya punya sejumlah kesempatan lewat bola mati, tapi gagal dimanfaatkan dengan baik karena eksekusi-eksekusi Willian amat buruk.
Willian pada prosesnya mampu memberikan operan bagus dari bola mati di menit ke-89. Bola ditanduk Costa, tapi cuma tipis saja di atas mistar gawang.
Chelsea pada akhirnya menyamakan kedudukan di menit kedua injury time. Dari tengah, Fabregas melepaskan umpan terobosan dan diterima Costa yang tak terkawal. Posisi Borthwick-Jackson yang bertahan terlalu dalam juga membantu Costa lolos dari jeratan offside.
Borthwick-Jackson sempat melakukan tekel untuk mencegah Costa menaklukkan De Gea dalam duel satu lawan satu. Tapi tekelnya justru membuat bola bergulir menjauhi De Gea, memudahkan Costa menceploskannya ke dalam gawang.
Costa sempat mendapatkan kesempatan lain jelang peluit akhir berbunyi. Tapi sepakannya dari sisi kiri di dalam kotak penalti bisa dihalau De Gea. Laga berakhir dengan skor 1-1.
Susunan pemain:
Chelsea: Courtois; Ivanovic, Zouma (Cahill 59'), Terry, Azpilicueta; Obi Mikel, Matic (Pedro 67'); Willian, Fabregas, Oscar (Hazard 55'); Costa.
MU: De Gea; Darmian, Smalling, Blind, Borthwick-Jackson; Fellaini (Schneiderlin 79'), Carrick; Lingard (Memphis 87'), Mata (Herrera 94'), Martial; Rooney
Madrid Tundukan 2-1 atas Granada
Real Madrid meraih kemenangan tipis 2-1 atas Granada pada jornada ke-23 La Liga. Kendati menang, Madrid sempat direpotkan oleh sang tuan rumah.
Gol kemenangan Madrid pada laga tersebut dicetak oleh Luka Modric pada menit ke-85. Sebelumnya, Karim Benzema membawa Madrid unggul 1-0 di menit ke-30, sebelum Youssef El Arabi menyamakan kedudukan di menit ke-60.
Dengan kemenangan tersebut, Madrid kini mengoleksi nilai 50 dan berada di posisi ketiga klasemen sementara. Mereka tertinggal empat angka dari Barcelona dan satu angka dari Atletico Madrid.
Sementara itu, Granada masih terdampar di posisi ke-19 klasemen sementara dengan nilai 20. Ini adalah kekalahan ke-13 tim besutan José Ramón Sandoval tersebut di La Liga musim ini.
Squawka mencatat, Madrid dominan dalam hal penguasaan bola, yakni 57:43. Namun, catatan lain memperlihatkan bagaimana Granada mampu mengimbangi permainan Los Blancos.
El Graná membuat 14 attempts, sama dengan jumlah yang dimiliki Madrid, kendati Madrid lebih banyak mendapatkan attempts on target: 4 berbanding 2. Akurasi operan Granada juga tidak berbeda jauh dengan Madrid: 74%:85%.
Granada bahkan menekan di 10 menit pertama pertandingan. Satu kali mereka mendapatkan peluang bagus, yakni via David Barral di menit ke-10. Namun, tendangannya dari jarak jauh masih menyamping.
Berulang kali pula, umpan terobosan yang dibuat pemain-pemain Granada tidak menemui hasil lantaran pemain mereka terperangkap offside.
Cristiano Ronaldo mendapatkan peluang pada menit ke-15. Setelah menerima bola dari James Rodriguez, bintang asal Portugal itu melepaskan tendangan kaki kiri dari sisi kiri. Namun, tendangannya masih melebar.
Tiga menit kemudian, kembali Barral yang mendapatkan peluang. Tetapi, lagi-lagi gagal. Kali ini, tendangannya diblok.
Setengah jam pertandingan berjalan, Madrid akhirnya memecah kebuntuan. Sebuah umpan terobosan dari tengah diterima oleh Daniel Carvajal yang berada di sisi kanan. Carvajal kemudian melepaskan operan datar ke depan gawang Granada, yang langsung disambar Benzema dengan sepakan kaki kanan.
Skor 1-0 bertahan sampai babak pertama selesai. Pada menit ke-58, Sandoval memutuskan untuk memasukkan El Arabi. Keputusan tersebut terbukti tepat karena El Arabi sukses mencetak gol dua menit kemudian.
Proses gol El Arabi diawali oleh sebuah umpan terobosan yang dilepaskan oleh Rubén Rochina. El Arabi, yang menusuk dari kanan, kemudian melepaskan sepakan kaki kanan datar. Skor berubah menjadi 1-1.
Dalam keadaan 1-1, Granada sempat membobol gawang Madrid lagi via El Arabi. Namun, gol El Arabi dianulir lantaran dirinya berada dalam posisi offside.
Justru Madrid yang akhirnya bisa memanfaatkan peluang yang didapat. Lima menit menjelang pertandingan berakhir, Modric menerima operan dari Mateo Kovacic di depan kotak penalti Granada. Setelah menahan bola sejenak, gelandang asal Kroasia itu melepaskan sepakan kaki kanan keras. Bola sepakannya melesak ke sudut atas gawang Granada.
Di sisa menit pertandingan, tak ada lagi peluang tercipta. Skor 2-1 untuk keunggulan Madrid pun tetap bertahan.
Susunan Pemain
Granada: Fernandez, Lomban, Lopes, Foulquier, Costa, Rico (Krhin 77), Success, Perez, Rochina, Peñaranda (Docoure 81), Barral (El Arabi 58).
Real Madrid: Navas, Carvajal (Nacho 86), Ramos, Varane, Marcelo, Kroos, Modric, Isco (Kovacic 78), James (Jese 62), Ronaldo, Benzema.
Gol kemenangan Madrid pada laga tersebut dicetak oleh Luka Modric pada menit ke-85. Sebelumnya, Karim Benzema membawa Madrid unggul 1-0 di menit ke-30, sebelum Youssef El Arabi menyamakan kedudukan di menit ke-60.
Dengan kemenangan tersebut, Madrid kini mengoleksi nilai 50 dan berada di posisi ketiga klasemen sementara. Mereka tertinggal empat angka dari Barcelona dan satu angka dari Atletico Madrid.
Sementara itu, Granada masih terdampar di posisi ke-19 klasemen sementara dengan nilai 20. Ini adalah kekalahan ke-13 tim besutan José Ramón Sandoval tersebut di La Liga musim ini.
Squawka mencatat, Madrid dominan dalam hal penguasaan bola, yakni 57:43. Namun, catatan lain memperlihatkan bagaimana Granada mampu mengimbangi permainan Los Blancos.
El Graná membuat 14 attempts, sama dengan jumlah yang dimiliki Madrid, kendati Madrid lebih banyak mendapatkan attempts on target: 4 berbanding 2. Akurasi operan Granada juga tidak berbeda jauh dengan Madrid: 74%:85%.
Granada bahkan menekan di 10 menit pertama pertandingan. Satu kali mereka mendapatkan peluang bagus, yakni via David Barral di menit ke-10. Namun, tendangannya dari jarak jauh masih menyamping.
Berulang kali pula, umpan terobosan yang dibuat pemain-pemain Granada tidak menemui hasil lantaran pemain mereka terperangkap offside.
Cristiano Ronaldo mendapatkan peluang pada menit ke-15. Setelah menerima bola dari James Rodriguez, bintang asal Portugal itu melepaskan tendangan kaki kiri dari sisi kiri. Namun, tendangannya masih melebar.
Tiga menit kemudian, kembali Barral yang mendapatkan peluang. Tetapi, lagi-lagi gagal. Kali ini, tendangannya diblok.
Setengah jam pertandingan berjalan, Madrid akhirnya memecah kebuntuan. Sebuah umpan terobosan dari tengah diterima oleh Daniel Carvajal yang berada di sisi kanan. Carvajal kemudian melepaskan operan datar ke depan gawang Granada, yang langsung disambar Benzema dengan sepakan kaki kanan.
Skor 1-0 bertahan sampai babak pertama selesai. Pada menit ke-58, Sandoval memutuskan untuk memasukkan El Arabi. Keputusan tersebut terbukti tepat karena El Arabi sukses mencetak gol dua menit kemudian.
Proses gol El Arabi diawali oleh sebuah umpan terobosan yang dilepaskan oleh Rubén Rochina. El Arabi, yang menusuk dari kanan, kemudian melepaskan sepakan kaki kanan datar. Skor berubah menjadi 1-1.
Dalam keadaan 1-1, Granada sempat membobol gawang Madrid lagi via El Arabi. Namun, gol El Arabi dianulir lantaran dirinya berada dalam posisi offside.
Justru Madrid yang akhirnya bisa memanfaatkan peluang yang didapat. Lima menit menjelang pertandingan berakhir, Modric menerima operan dari Mateo Kovacic di depan kotak penalti Granada. Setelah menahan bola sejenak, gelandang asal Kroasia itu melepaskan sepakan kaki kanan keras. Bola sepakannya melesak ke sudut atas gawang Granada.
Di sisa menit pertandingan, tak ada lagi peluang tercipta. Skor 2-1 untuk keunggulan Madrid pun tetap bertahan.
Susunan Pemain
Granada: Fernandez, Lomban, Lopes, Foulquier, Costa, Rico (Krhin 77), Success, Perez, Rochina, Peñaranda (Docoure 81), Barral (El Arabi 58).
Real Madrid: Navas, Carvajal (Nacho 86), Ramos, Varane, Marcelo, Kroos, Modric, Isco (Kovacic 78), James (Jese 62), Ronaldo, Benzema.
Napoli Menang Tipis 1-0 Lawan Carpi
Napoli tampil amat dominan kala menjamu Carpi. Namun, hanya mampu mencetak satu gol. Itu pun lewat tendangan penalti yang dieksekusi oleh Gonzalo Higuain.
Dengan kemenangan 1-0 tersebut, Napoli mempertahankan posisi di puncak klasemen. Napoli kini mengoleksi nilai 56, unggul dua poin atas Juventus yang pada saat bersamaan menang 2-0 atas Frosinone.
Sementara itu, Carpi tetap berada di posisi ke-18 dengan koleksi nilai 19. Ini adalah kekalahan ke-13 mereka musim ini.
Pada pertandingan yang berlangsung di San Paolo, Minggu (7/2/2016), Napoli sesungguhnya tampil amat dominan. Mereka bahkan memiliki banyak peluang di babak pertama, yang sialnya --buat mereka-- tidak berujung menjadi gol.
Catatan statistik secara kasat mata pun mempertegas bahwa Napoli membuat Carpi tidak berkutik. Angka penguasaan bola Partenopei mencapai angka 76%, lalu tim besutan Maurizio Sarri itu juga sukses melepaskan 22 attempts, namun hanya 7 di antaranya yang mengarah tepat sasaran. Carpi sendiri hanya punya 2 attempts dan tidak ada satu pun yang mengarah tepat sasaran.
Dalam lima menit pertama pertandingan, Napoli sudah mendapatkan dua peluang bagus. Yang pertama via tendangan Gonzalo Higuain, yang masih bisa ditepis oleh kiper Carpi, Vid Belec. Lalu, yang kedua, ketika Allan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, namun melambung.
Higuain lagi-lagi mendapatkan peluang. Pada menit kedelapan, penyerang asal Argentina itu melepaskan tendangan dari samping, namun tendangannya keluar dari sasaran dan bola hanya mengenai sisi samping net.
Itu bukan terakhir kalinya Higuain mendapatkan peluang di babak pertama. Pada menit ke-14, tendangannya lagi-lagi gagal. Kali ini, sepakannya dari sisi kanan masih bisa dihentikan oleh Belec.
Menjelang babak pertama berakhir, Jose Callejon juga memiliki dua buah peluang, yang mana semuanya masih melebar dari sasaran. Sedangkan satu-satunya peluang bersih Carpi didapatkan oleh Kevin Lasagna, tetapi sundulanya juga masih menyamping.
Di babak kedua, tepatnya pada menit ke-56, Carpi harus bermain dengan 10 orang setelah Raffaele Bianco mendapatkan kartu kuning kedua. Bianco mendapatkan kartu kuning kedua karena melanggar Lorenzo Insigne.
Kendati Carpi bermain dengan 10 orang, Napoli masih sulit untuk mencetak gol. Satu kali peluang yang mereka dapatkan via Insigne masih menyamping dari sasaran.
Napoli akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-69. Berawal dari pelanggaran Fabio Daprelà terhadap Kalidou Koulibaly, wasit pun menunjuk titik putih. Napoli mendapatkan tendangan penalti.
Higuain, yang maju menjadi algojonya, tidak membuang kesempatan tersebut. Napoli unggul 1-0 dan Higuain mencetak gol ke-24 dalam 24 pertandingan terakhirnya.
Empat menit setelah gol tersebut, Insigne kembali mendapatkan peluang. Setelah mendapatkan bola dari Marek Hamsik, ia melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tetapi tendangannya masih melambung.
Menjelang akhir babak kedua, Lasagna satu kali lagi mengancam gawang Napoli. Tetapi, sama seperti peluang pertamanya, usahanya berujung kegagalan. Kali ini, tendangan kaki kiri Lasagna dari luar kotak penalti masih melambung.
Pada akhirnya, itulah usaha terakhir Carpi di laga ini. Setelahnya, mereka tidak mendapatkan kans lagi. Napoli satu kali mencoba mencetak gol via Dries Martens. Tetapi, tendangannya juga masih menyamping. Skor 1-0 pun bertahan sampai babak kedua selesai.
Susunan Pemain
Napoli: Reina; Hysaj, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Allan, Valdifiori, Hamsik; Callejon (Mertens 62), Insigne (El Kaddouri 85), Higuain (Gabbiadini 82).
Carpi: Belec; Letizia, Romagnoli, Poli (Daprela 60); Pasciuti (Zaccardo 13), Crimi, Bianco, Martinho, Sabelli; Mancosu (Verdi 79), Lasagna.
Dengan kemenangan 1-0 tersebut, Napoli mempertahankan posisi di puncak klasemen. Napoli kini mengoleksi nilai 56, unggul dua poin atas Juventus yang pada saat bersamaan menang 2-0 atas Frosinone.
Sementara itu, Carpi tetap berada di posisi ke-18 dengan koleksi nilai 19. Ini adalah kekalahan ke-13 mereka musim ini.
Pada pertandingan yang berlangsung di San Paolo, Minggu (7/2/2016), Napoli sesungguhnya tampil amat dominan. Mereka bahkan memiliki banyak peluang di babak pertama, yang sialnya --buat mereka-- tidak berujung menjadi gol.
Catatan statistik secara kasat mata pun mempertegas bahwa Napoli membuat Carpi tidak berkutik. Angka penguasaan bola Partenopei mencapai angka 76%, lalu tim besutan Maurizio Sarri itu juga sukses melepaskan 22 attempts, namun hanya 7 di antaranya yang mengarah tepat sasaran. Carpi sendiri hanya punya 2 attempts dan tidak ada satu pun yang mengarah tepat sasaran.
Dalam lima menit pertama pertandingan, Napoli sudah mendapatkan dua peluang bagus. Yang pertama via tendangan Gonzalo Higuain, yang masih bisa ditepis oleh kiper Carpi, Vid Belec. Lalu, yang kedua, ketika Allan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, namun melambung.
Higuain lagi-lagi mendapatkan peluang. Pada menit kedelapan, penyerang asal Argentina itu melepaskan tendangan dari samping, namun tendangannya keluar dari sasaran dan bola hanya mengenai sisi samping net.
Itu bukan terakhir kalinya Higuain mendapatkan peluang di babak pertama. Pada menit ke-14, tendangannya lagi-lagi gagal. Kali ini, sepakannya dari sisi kanan masih bisa dihentikan oleh Belec.
Menjelang babak pertama berakhir, Jose Callejon juga memiliki dua buah peluang, yang mana semuanya masih melebar dari sasaran. Sedangkan satu-satunya peluang bersih Carpi didapatkan oleh Kevin Lasagna, tetapi sundulanya juga masih menyamping.
Di babak kedua, tepatnya pada menit ke-56, Carpi harus bermain dengan 10 orang setelah Raffaele Bianco mendapatkan kartu kuning kedua. Bianco mendapatkan kartu kuning kedua karena melanggar Lorenzo Insigne.
Kendati Carpi bermain dengan 10 orang, Napoli masih sulit untuk mencetak gol. Satu kali peluang yang mereka dapatkan via Insigne masih menyamping dari sasaran.
Napoli akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-69. Berawal dari pelanggaran Fabio Daprelà terhadap Kalidou Koulibaly, wasit pun menunjuk titik putih. Napoli mendapatkan tendangan penalti.
Higuain, yang maju menjadi algojonya, tidak membuang kesempatan tersebut. Napoli unggul 1-0 dan Higuain mencetak gol ke-24 dalam 24 pertandingan terakhirnya.
Empat menit setelah gol tersebut, Insigne kembali mendapatkan peluang. Setelah mendapatkan bola dari Marek Hamsik, ia melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tetapi tendangannya masih melambung.
Menjelang akhir babak kedua, Lasagna satu kali lagi mengancam gawang Napoli. Tetapi, sama seperti peluang pertamanya, usahanya berujung kegagalan. Kali ini, tendangan kaki kiri Lasagna dari luar kotak penalti masih melambung.
Pada akhirnya, itulah usaha terakhir Carpi di laga ini. Setelahnya, mereka tidak mendapatkan kans lagi. Napoli satu kali mencoba mencetak gol via Dries Martens. Tetapi, tendangannya juga masih menyamping. Skor 1-0 pun bertahan sampai babak kedua selesai.
Susunan Pemain
Napoli: Reina; Hysaj, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Allan, Valdifiori, Hamsik; Callejon (Mertens 62), Insigne (El Kaddouri 85), Higuain (Gabbiadini 82).
Carpi: Belec; Letizia, Romagnoli, Poli (Daprela 60); Pasciuti (Zaccardo 13), Crimi, Bianco, Martinho, Sabelli; Mancosu (Verdi 79), Lasagna.
Milan Bermain Imbang Udinese 1-1
AC Milan gagal melanjutkan tren kemenangannya setelah ditahan imbang Udinese 1-1. Rossoneri mendapat satu poin setelah sebelumnya sempat tertinggal lebih dulu.
Milan menjamu Udinese di San Siro, Minggu (7/2/2016) malam WIB, dengan moral yang sedang tinggi. Dua kemenangan beruntun, masing-masing atas Inter Milan dan Palermo, membuat kepercayaan diri Milan terdongkrak.
Tapi Milan hanya bermain imbang saat menghadapi Udinese. Tim tamu justru tertinggal lebih dulu setelah Pablo Armero menjebol gawang Gianluigi Donnarumma di babak pertama.
Milan baru bisa membalas di awal babak kedua lewat sepakan M'Baye Niang. Meski terus menekan dan mendapat sejumlah peluang bagus, Milan gagal menambah gol.
Dengan satu poin dari pertandingan ini, Milan masih tertahan di posisi keenam klasemen dengan 40 poin. Sementara Udinese menempati peringkat ke-14 dengan 27 poin.
Jalannya Pertandingan
Milan langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan. Serangan pertama mereka langsung membahayakan pertahanan Udinese namun gagal dikonversi menjadi gol setelah operan Luca Antonelli gagal dijangkau oleh Carlos Bacca.
Setelah ditekan Milan, Udinese perlahan mampu membangun serangan. Ryder Matos yang bergerak dari sisi kanan kemudian mengirim bola kepada Zdravko Kuzmanovic yang ada di dalam kotak penalti. Kuzmanovic melepaskan tembakan, tapi masih melebar dari target.
Di menit ke-16, Udinese mendapat peluang lewat sepakan Matos dari luar kotak penalti. Namun Gianluigi Donnarumma masih sigap mengamankan bola.
Semenit berselang, Udinese membuka keunggulan. Gol untuk Udinese tercipta setelah Donnarumma dua kali melakukan penyelamatan bagus di muka gawang.
Gol ini berawal dari serangan Udinese dari sisi kanan. Edenilson mengoper bola kepada Emmanuel Badu yang kemudian meneruskannya kepada Matos. Matos melepaskan tendangan ke arah gawang, tapi bisa ditepis oleh Donnarumma. Bola muntah disundul oleh Kuzmanovic, tapi lagi-lagi Donnarumma bisa menghalaunya. Baru di upaya yang ketiga, Udinese akhirnya bisa menjebol gawang Donnarumma setelah Pablo Armero memanfaatkan bola muntah.
Tertinggal satu gol, Milan terus menekan. Di menit ke-23, Milan mendapat tendangan bebas dari posisi yang menjanjikan setelah Antonelli dilanggar oleh Felipe. M'Baye Niang maju sebagai eksekutor, tapi tendangannya masih membentur pagar betis yang dibangun pemain Udinese. Bola muntah disambar oleh Andrea Bertolacci, tapi masih jauh dari sasaran.
Milan kembali dapat peluang setelah Niang mampu merangsek ke kotak penalti Udinese. Niang yang dikawal ketat Molla Wague akhirnya tak mampu melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang.
Di menit ke-33, Milan sempat mencetak gol lewat sundulan Bacca. Dari tendangan sudut yang kemudian disundul oleh Antonellli, bola mengarah ke Bacca yang berdiri bebas di depan gawang. Bacca kemudian menanduk bola ke dalam gawang, tapi wasit menganulir gol tersebut karena striker Kolombia itu sudah lebih dulu ada dalam posisi offside.
Milan kembali mendapat peluang lewat tendangan spekulasi Riccardo Montolivo dari luar kotak penalti. Tapi bola masih bisa ditangkap oleh Orestis Karnezis.
Memasuki babak kedua, Milan memasukkan Mario Balotelli dan menarik keluar Juraj Kucka untuk menambah daya gedor. Balotelli langsung menebar ancaman, tapi tendangannya masih belum mengarah ke gawang.
Tiga menit laga babak kedua berjalan, Udinese mendapat peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Matos yang berhasil menembus kotak penalti Milan kemudian mengoper bola kepada Francesco Lodi yang berdiri bebas. Lodi melepaskan tembakan dari jarak dekat, tapi mengarah tepat ke Donnarumma.
Dari sana, Milan melakukan serangan balik dengan cepat. Serangan ini kemudian diakhiri dengan umpan terobosan Bacca yang dituntaskan dengan sempurna oleh Niang lewat sepakan kaki kiri yang mengarah ke tiang jauh untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Milan nyaris berbalik unggul di menit ke-56. Dari sebuah tendangan bebas, Balotelli menyundul bola yang mengarah ke Bacca yang berdiri bebas di depan gawang. Bacca langsung meneruskannya dengan tandukan, tapi masih mengarah tepat ke badan Karnezis.
Milan masih memegang kendali permainan. Peluang kembali didapat tuan rumah dari tendangan sudut, tapi sundulan Bacca masih menyamping dari gawang Udinese.
Balotelli gagal memaksimalkan dua kesempatan lewat tendangan bebas. Eksekusinya di menit ke-75 masih bisa diamankan oleh Karnezis. Tak lama berselang, Milan kembali mendapat tendangan bebas, tapi sepakan Balotelli tak mengarah ke sasaran.
Di menit ke-81, Milan nyaris menjebol gawang Udinese. Bertolacci menyambar bola muntah di dalam kotak penalti dengan tendangan keras kaki kanan. Bola membentur mistar, memantul ke bawah, dan diamankan Karnezis tepat di depan garis gawang.
Terus menekan, Milan gagal menambah gol hingga wasit meniup peluit panjang. Peluang terakhir yang didapat Montolivo lewat sepakan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis Karnezis. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
Milan: Donnarumma; Abate, Alex, Romagnoli, Antonelli; Honda, Bertolacci, Montolivo, Kucka (Balotelli 46); Niang (Boateng 62), Bacca
Udinese: Karnezis; Felipe, Danilo, Wague; Edenilson, Badu, Lodi (Guilherme 64), Kuzmanovic, Armero (Widmer 74); Therau, Matos (Zapata 66)
Milan menjamu Udinese di San Siro, Minggu (7/2/2016) malam WIB, dengan moral yang sedang tinggi. Dua kemenangan beruntun, masing-masing atas Inter Milan dan Palermo, membuat kepercayaan diri Milan terdongkrak.
Tapi Milan hanya bermain imbang saat menghadapi Udinese. Tim tamu justru tertinggal lebih dulu setelah Pablo Armero menjebol gawang Gianluigi Donnarumma di babak pertama.
Milan baru bisa membalas di awal babak kedua lewat sepakan M'Baye Niang. Meski terus menekan dan mendapat sejumlah peluang bagus, Milan gagal menambah gol.
Dengan satu poin dari pertandingan ini, Milan masih tertahan di posisi keenam klasemen dengan 40 poin. Sementara Udinese menempati peringkat ke-14 dengan 27 poin.
Jalannya Pertandingan
Milan langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan. Serangan pertama mereka langsung membahayakan pertahanan Udinese namun gagal dikonversi menjadi gol setelah operan Luca Antonelli gagal dijangkau oleh Carlos Bacca.
Setelah ditekan Milan, Udinese perlahan mampu membangun serangan. Ryder Matos yang bergerak dari sisi kanan kemudian mengirim bola kepada Zdravko Kuzmanovic yang ada di dalam kotak penalti. Kuzmanovic melepaskan tembakan, tapi masih melebar dari target.
Di menit ke-16, Udinese mendapat peluang lewat sepakan Matos dari luar kotak penalti. Namun Gianluigi Donnarumma masih sigap mengamankan bola.
Semenit berselang, Udinese membuka keunggulan. Gol untuk Udinese tercipta setelah Donnarumma dua kali melakukan penyelamatan bagus di muka gawang.
Gol ini berawal dari serangan Udinese dari sisi kanan. Edenilson mengoper bola kepada Emmanuel Badu yang kemudian meneruskannya kepada Matos. Matos melepaskan tendangan ke arah gawang, tapi bisa ditepis oleh Donnarumma. Bola muntah disundul oleh Kuzmanovic, tapi lagi-lagi Donnarumma bisa menghalaunya. Baru di upaya yang ketiga, Udinese akhirnya bisa menjebol gawang Donnarumma setelah Pablo Armero memanfaatkan bola muntah.
Tertinggal satu gol, Milan terus menekan. Di menit ke-23, Milan mendapat tendangan bebas dari posisi yang menjanjikan setelah Antonelli dilanggar oleh Felipe. M'Baye Niang maju sebagai eksekutor, tapi tendangannya masih membentur pagar betis yang dibangun pemain Udinese. Bola muntah disambar oleh Andrea Bertolacci, tapi masih jauh dari sasaran.
Milan kembali dapat peluang setelah Niang mampu merangsek ke kotak penalti Udinese. Niang yang dikawal ketat Molla Wague akhirnya tak mampu melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang.
Di menit ke-33, Milan sempat mencetak gol lewat sundulan Bacca. Dari tendangan sudut yang kemudian disundul oleh Antonellli, bola mengarah ke Bacca yang berdiri bebas di depan gawang. Bacca kemudian menanduk bola ke dalam gawang, tapi wasit menganulir gol tersebut karena striker Kolombia itu sudah lebih dulu ada dalam posisi offside.
Milan kembali mendapat peluang lewat tendangan spekulasi Riccardo Montolivo dari luar kotak penalti. Tapi bola masih bisa ditangkap oleh Orestis Karnezis.
Memasuki babak kedua, Milan memasukkan Mario Balotelli dan menarik keluar Juraj Kucka untuk menambah daya gedor. Balotelli langsung menebar ancaman, tapi tendangannya masih belum mengarah ke gawang.
Tiga menit laga babak kedua berjalan, Udinese mendapat peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Matos yang berhasil menembus kotak penalti Milan kemudian mengoper bola kepada Francesco Lodi yang berdiri bebas. Lodi melepaskan tembakan dari jarak dekat, tapi mengarah tepat ke Donnarumma.
Dari sana, Milan melakukan serangan balik dengan cepat. Serangan ini kemudian diakhiri dengan umpan terobosan Bacca yang dituntaskan dengan sempurna oleh Niang lewat sepakan kaki kiri yang mengarah ke tiang jauh untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Milan nyaris berbalik unggul di menit ke-56. Dari sebuah tendangan bebas, Balotelli menyundul bola yang mengarah ke Bacca yang berdiri bebas di depan gawang. Bacca langsung meneruskannya dengan tandukan, tapi masih mengarah tepat ke badan Karnezis.
Milan masih memegang kendali permainan. Peluang kembali didapat tuan rumah dari tendangan sudut, tapi sundulan Bacca masih menyamping dari gawang Udinese.
Balotelli gagal memaksimalkan dua kesempatan lewat tendangan bebas. Eksekusinya di menit ke-75 masih bisa diamankan oleh Karnezis. Tak lama berselang, Milan kembali mendapat tendangan bebas, tapi sepakan Balotelli tak mengarah ke sasaran.
Di menit ke-81, Milan nyaris menjebol gawang Udinese. Bertolacci menyambar bola muntah di dalam kotak penalti dengan tendangan keras kaki kanan. Bola membentur mistar, memantul ke bawah, dan diamankan Karnezis tepat di depan garis gawang.
Terus menekan, Milan gagal menambah gol hingga wasit meniup peluit panjang. Peluang terakhir yang didapat Montolivo lewat sepakan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis Karnezis. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
Milan: Donnarumma; Abate, Alex, Romagnoli, Antonelli; Honda, Bertolacci, Montolivo, Kucka (Balotelli 46); Niang (Boateng 62), Bacca
Udinese: Karnezis; Felipe, Danilo, Wague; Edenilson, Badu, Lodi (Guilherme 64), Kuzmanovic, Armero (Widmer 74); Therau, Matos (Zapata 66)
Juventus Menang Atas Frosinone 2-0
Juventus mendapatkan perlawanan sengit dari Frosinone di giornata 24 Serie A. Namun, Bianconeri pada akhirnya meraih poin penuh lewat kemenangan dengan skor 2-0.
Bertandang ke Stadio Comunale Matusa, Minggu (7/2/2016), Juventus tampil tanpa beberapa pemainnya. Sami Khedira, Patrice Evra, Mario Mandzukic, Martin Caceres, dan Kwadwo Asamoah absen akibat cedera, sedangkan Simone Zaza terkena skorsing kartu merah.
Meski tampil mendominasi di sepanjang pertandingan, Juve harus bekerja sangat keras. Mereka sempat dibuat frustrasi oleh tim tuan rumah yang bertahan dengan sangat baik.
Juve baru bisa memecahkan kebuntuan lewat gol Juan Cuadrado pada menit ke-73. Mereka kemudian memantapkan kemenangan lewat tembakan Paulo Dybala di injury time.
Bagi Juve, ini adalah kemenangan ke-14 secara beruntun yang mereka raih di arena Serie A. Tim asuhan Massimiliano Allegri itu sekarang menduduki posisi kedua di klasemen sementara dengan 54 poin, terpaut dua poin dari Napoli yang berada di urutan pertama. Frosinone terpuruk di posisi ke-19 dengan 19 poin.
Jalannya Pertandingan
Juventus langsung memegang kendali permainan begitu pertandingan dimulai. Tim tamu mendapatkan kesempatan pada menit kelima, namun umpan matang dari Alex Sandro gagal dituntaskan Stefano Sturaro yang berdiri bebas di mulut gawang.
Rapatnya pertahanan Frosinone membuat Juve tak banyak menciptakan peluang pada menit-menit awal. Tembakan Alex Sandro pada menit ke-19 dengan mudah ditangkap kiper lawan, Nicola Leali.
Sturaro menjajal peruntungannya melalui tembakan dari depan kotak penalti pada menit ke-34. Namun, usahanya masih bisa dimentahkan oleh Leali.
Alvaro Morata menyia-nyiakan sebuah peluang emas pada menit ke-45. Dia lolos ke kotak penalti Frosinone dan tinggal berhadapan dengan Leali. Tapi, penyelesaiannya bisa dibaca oleh Leali.
Hingga berakhirnya babak pertama, belum ada tim yang bisa mencetak gol. Skor masih 0-0.
Juve berusaha meningkatkan intensitas serangannya pada babak kedua. Cuadrado punya kans pada menit ke-52, tapi tembakan kerasnya diredam Leali.
Paul Pogba gagal memaksimalkan peluang emas yang diperolehnya pada menit ke-65. Dia berdiri bebas saat menyambut tendangan bebas Dybala, tapi sontekannya melebar. Sepakan mendatar Pogba enam menit kemudian mengarah tepat ke tangkapan Leali.
Dybala masih dijauhi dewi fortuna ketika usahanya pada menit ke-72 tak berbuah gol. Tembakan pemain asal Argentina itu hanya menghantam tiang gawang.
Kerja keras Juventus baru membuahkan hasil pada menit ke-73 setelah Cuadrado menjebol gawang Frosinone. Mendapatkan umpan silang dari Alex Sandro, Cuadrado yang tak terkawal di kotak penalti dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang.
Beberapa saat setelahnya, Cuadrado punya kans untuk mencetak gol lagi. Namun, tembakan pemain asal Kolombia itu tak mengarah ke sasaran.
Juventus baru bisa menggandakan keunggulannya pada menit pertama injury time. Dybala mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar umpan matang dari Morata dengan tembakan melengkung yang tak bisa dijangkau Leali.
Skor 2-0 untuk kemenangan Juventus bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Tim tamu pun berhak membawa pulang tiga angka.
Susunan Pemain
Frosinone: Leali; Rosi, Russo, Blanchard, Crivello; Gori (Soddimo 81'), Chibsah (Frara 72'), Sammarco; Tonev, D Ciofani (Longo 86'), Dionisi
Juventus: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini (Rugani 77'); Cuadrado, Sturaro (Pereyra 66'), Marchisio, Pogba, Alex Sandro; Morata (Favilli 90+4'), Dybala
Bertandang ke Stadio Comunale Matusa, Minggu (7/2/2016), Juventus tampil tanpa beberapa pemainnya. Sami Khedira, Patrice Evra, Mario Mandzukic, Martin Caceres, dan Kwadwo Asamoah absen akibat cedera, sedangkan Simone Zaza terkena skorsing kartu merah.
Meski tampil mendominasi di sepanjang pertandingan, Juve harus bekerja sangat keras. Mereka sempat dibuat frustrasi oleh tim tuan rumah yang bertahan dengan sangat baik.
Juve baru bisa memecahkan kebuntuan lewat gol Juan Cuadrado pada menit ke-73. Mereka kemudian memantapkan kemenangan lewat tembakan Paulo Dybala di injury time.
Bagi Juve, ini adalah kemenangan ke-14 secara beruntun yang mereka raih di arena Serie A. Tim asuhan Massimiliano Allegri itu sekarang menduduki posisi kedua di klasemen sementara dengan 54 poin, terpaut dua poin dari Napoli yang berada di urutan pertama. Frosinone terpuruk di posisi ke-19 dengan 19 poin.
Jalannya Pertandingan
Juventus langsung memegang kendali permainan begitu pertandingan dimulai. Tim tamu mendapatkan kesempatan pada menit kelima, namun umpan matang dari Alex Sandro gagal dituntaskan Stefano Sturaro yang berdiri bebas di mulut gawang.
Rapatnya pertahanan Frosinone membuat Juve tak banyak menciptakan peluang pada menit-menit awal. Tembakan Alex Sandro pada menit ke-19 dengan mudah ditangkap kiper lawan, Nicola Leali.
Sturaro menjajal peruntungannya melalui tembakan dari depan kotak penalti pada menit ke-34. Namun, usahanya masih bisa dimentahkan oleh Leali.
Alvaro Morata menyia-nyiakan sebuah peluang emas pada menit ke-45. Dia lolos ke kotak penalti Frosinone dan tinggal berhadapan dengan Leali. Tapi, penyelesaiannya bisa dibaca oleh Leali.
Hingga berakhirnya babak pertama, belum ada tim yang bisa mencetak gol. Skor masih 0-0.
Juve berusaha meningkatkan intensitas serangannya pada babak kedua. Cuadrado punya kans pada menit ke-52, tapi tembakan kerasnya diredam Leali.
Paul Pogba gagal memaksimalkan peluang emas yang diperolehnya pada menit ke-65. Dia berdiri bebas saat menyambut tendangan bebas Dybala, tapi sontekannya melebar. Sepakan mendatar Pogba enam menit kemudian mengarah tepat ke tangkapan Leali.
Dybala masih dijauhi dewi fortuna ketika usahanya pada menit ke-72 tak berbuah gol. Tembakan pemain asal Argentina itu hanya menghantam tiang gawang.
Kerja keras Juventus baru membuahkan hasil pada menit ke-73 setelah Cuadrado menjebol gawang Frosinone. Mendapatkan umpan silang dari Alex Sandro, Cuadrado yang tak terkawal di kotak penalti dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang.
Beberapa saat setelahnya, Cuadrado punya kans untuk mencetak gol lagi. Namun, tembakan pemain asal Kolombia itu tak mengarah ke sasaran.
Juventus baru bisa menggandakan keunggulannya pada menit pertama injury time. Dybala mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar umpan matang dari Morata dengan tembakan melengkung yang tak bisa dijangkau Leali.
Skor 2-0 untuk kemenangan Juventus bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Tim tamu pun berhak membawa pulang tiga angka.
Susunan Pemain
Frosinone: Leali; Rosi, Russo, Blanchard, Crivello; Gori (Soddimo 81'), Chibsah (Frara 72'), Sammarco; Tonev, D Ciofani (Longo 86'), Dionisi
Juventus: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini (Rugani 77'); Cuadrado, Sturaro (Pereyra 66'), Marchisio, Pogba, Alex Sandro; Morata (Favilli 90+4'), Dybala
Arsenal Ungguli Bournemouth 2-0
Arsenal pulang dari Bournemouth dengan kemenangan 2-0. Hasil itu membawa The Gunners memperbaiki posisi di klasemen dengan melewati Manchester City.
Arsenal menang 2-0 saat bertandang ke Goldsands Stadium, Minggu (7/2/2016) malam WIB. Mesut Oezil membuka kemenangan di menit ke-23, diikuti gol Alex Oclade-Chamberlain semenit berselang.
Arsenal tak bermain terlalu menonjol di laga ini, dengan penguasaan bola hanya 49% seperti dicatat ESPN. Anak asuh Arsene Wenger juga cuma melepaskan 10 tembakan dengan lima tepat sasaran, sedang tuan rumah punya 17 upaya di mana empat mengarah ke gawang.
Kemenangan ini membawa Arsenal memperbaiki posisi di klasemen Premier League. Mereka naik ke urutan tiga dengan nilai 48 dari 25 pekan, hanya kalah selisih gol dari Tottenham Hotspur di tangga kedua dan unggul satu angka dari City di posisi empat. Sedang Bournemouth ada di peringkat 15 dengan 28 angka.
Jalannya Pertandingan
Bournemouth mencoba mengontrol permainan di awal-awal, menekan lewat bola-bola langsung ke depan yang bisa diantisipasi pertahanan Arsenal. Arsenal sendiri seperti biasa membangun serangan lewat umpan-umpan pendek. Tapi sampai rapatnya pertahanan Bournemouth membuat mereka cukup kesulitan menusuk.
Arsenal mencatatkan sebuah kesempatan di menit ke-13. Dari tengah, Aaron Ramsey melepaskan umpan terobosan ke tengah kotak penalti di mana Olivier Giroud berada.
Tapi Giroud kemudian justru melepaskan bola untuk Alexis yang berlari dari sisi kiri. Alexis menuntaskan tusukannya dengan sepakan, tapi masih melambung.
Rapatnya lini belakang Bournemouth membuat Alex Oxlade-Chamberlain melakukan percobaan dari jarak jauh di menit ke-20. Hasilnya tak mengarah ke gawang karena diblok.
Tiga menit berselang, Arsenal memetik keunggulan. Ramsey melepaskan umpan lambung dari tengah ke dalam kotak penalti. Giroud kemudian menyundul bola ke arah Mesut Oezil yang berlari dari belakang. Tanpa ampun Oezil menyepak bola keras-keras di kesempatan pertama dengan kaki kanan dan menghujam ke gawang Bournemouth.
Hanya berjarak satu menit, Arsenal mencetak gol kedua. Bola sapuan Steve Cook di depan kotak penalti justru jatuh ke kaki Ramsey, yang langsung meneruskannya ke Chamberlain di kanan. Chamberlain menuntaskannya dengan sepakan mendatar ke pojok kiri bawah gawang.
Di menit ke-27, Bournemouth nyaris mencetak gol balasan. Harry Arter melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti dan ditepis dengan cemerlang oleh Petr Cech. Hanya menghasilkan sepak pojok.
Arsenal kembali mendapatkan ancaman di menit ke-40. Charlie Daniels merangsek dari kiri dan memindahkan bola ke kanan, di mana Matt Ritchie berdiri. Ritchie tak berlama-lama dengan bola, langsung menghajarnya dengan sepakan. Melambung.
Tertinggal dua gol membuat Bournemouth lebih gencar menekan Arsenal. Di penghujung babak pertama mereka sempat mendapatkan kans melalui Adam Smith, yang menerima umpan silang di sisi kanan di dalam kotak penalti. Tapi Cech sigap membaca ancaman tersebut dan langsung melakukan tekel untuk membuang bola. Babak pertama berakhir tak lama berselang.
Bournemouth memulai babak kedua dengan agresif. Lima menit berjalan, Ritchie melakukan percobaan melalui sepakan dari luar kotak penalti dan masih melambung.
Tak lama berselang, serangan lain dilancarkan dari sisi kanan. Dan Gosling memberikan umpan pendek ke Adam Smith di sisi kanan di dalam kotak penalti. Dengan cerdik Smith mengecoh Laurent Koscielny dan mendapatkan ruang tembak. Tapi sepakannya cuma berakhir tipis di kanan gawang.
Di menit ke-55, Arsenal merespons dengan serangan balik. Oezil mengoper bola ke Alexis di sisi kiri. Alexis kemudian bergerak memotong ke tengah dan melepaskan sepakan. Bisa ditepis oleh Artur Boruc.
Dari sepak pojok, Arsenal kembali mengancam Bournemouth. Umpan lambung Oezil disambut sundulan Giroud ke arah gawang, hanya saja masih mudah diantisipasi Boruc.
Percobaan Bournemouth di menit ke-65 melalui tendangan Ritchie dari luar kotak penalti masih jauh dari sasaran. Sementara balasan dari Arsenal lewat Ramsey enam menit kemudian berakhir melebar.
Bournemouth terus berusaha menciptakan peluang, tapi berlai-kali serangan mereka kandas. Sejak menit ke-82 sendiri, Arsenal tampil dengan pendekatan lebih bertahan. Mereka menarik keluar Alexis dan memasukkan Kieran Gibbs, seorang penyerang diganti bek. Sebelumnya mereka sudah menarik Chamberlain untuk digantikan Coquelin.
Upaya dari jarak jauh kembali dilakukan Bournemouth di menit ke-88. Sepakan Arter masih jauh dari sasaran.
Memasuki menit ke-90, Arsenal punya kans bagus menambah gol lewat Ramsey. Tapi gelandang asal Wales itu gagal menuntaskan kesempatan satu lawan satu dengan Boruc, dengan bola dihalau.
Bournemouth mendapatkan peluang bagus untuk setidaknya membalas satu gol jelang laga berakhir, tapi kandas oleh Cech. Sepakan Cook dari tengah kotak penalti masih tepat mengarah ke Cech dan mental oleh kaki kiper Republik Ceko tersebut.
Bola pantulan kembali dikuasai Bournemouth, kali ini Arter melepaskan sepakan. Tapi Cech kembali mencegah gol dengan menepisnya. Laga berakhir tak lama berselang.
Susunan pemain:
Bournemouth: Boruc, Smith, Francis, Cook, Daniels, Surman, Ritchie (Stanislas 66'), Gosling (King 66'), Arter, Pugh, Afobe (Grabban 77')
Arsenal: Cech, Bellerin, Gabriel, Koscielny, Monreal, Flamini, Ramsey, Oxlade-Chamberlain (Coquelin 67'), Ozil, Sanchez (Gibbs 82'), Giroud (Walcott 90')
Arsenal menang 2-0 saat bertandang ke Goldsands Stadium, Minggu (7/2/2016) malam WIB. Mesut Oezil membuka kemenangan di menit ke-23, diikuti gol Alex Oclade-Chamberlain semenit berselang.
Arsenal tak bermain terlalu menonjol di laga ini, dengan penguasaan bola hanya 49% seperti dicatat ESPN. Anak asuh Arsene Wenger juga cuma melepaskan 10 tembakan dengan lima tepat sasaran, sedang tuan rumah punya 17 upaya di mana empat mengarah ke gawang.
Kemenangan ini membawa Arsenal memperbaiki posisi di klasemen Premier League. Mereka naik ke urutan tiga dengan nilai 48 dari 25 pekan, hanya kalah selisih gol dari Tottenham Hotspur di tangga kedua dan unggul satu angka dari City di posisi empat. Sedang Bournemouth ada di peringkat 15 dengan 28 angka.
Jalannya Pertandingan
Bournemouth mencoba mengontrol permainan di awal-awal, menekan lewat bola-bola langsung ke depan yang bisa diantisipasi pertahanan Arsenal. Arsenal sendiri seperti biasa membangun serangan lewat umpan-umpan pendek. Tapi sampai rapatnya pertahanan Bournemouth membuat mereka cukup kesulitan menusuk.
Arsenal mencatatkan sebuah kesempatan di menit ke-13. Dari tengah, Aaron Ramsey melepaskan umpan terobosan ke tengah kotak penalti di mana Olivier Giroud berada.
Tapi Giroud kemudian justru melepaskan bola untuk Alexis yang berlari dari sisi kiri. Alexis menuntaskan tusukannya dengan sepakan, tapi masih melambung.
Rapatnya lini belakang Bournemouth membuat Alex Oxlade-Chamberlain melakukan percobaan dari jarak jauh di menit ke-20. Hasilnya tak mengarah ke gawang karena diblok.
Tiga menit berselang, Arsenal memetik keunggulan. Ramsey melepaskan umpan lambung dari tengah ke dalam kotak penalti. Giroud kemudian menyundul bola ke arah Mesut Oezil yang berlari dari belakang. Tanpa ampun Oezil menyepak bola keras-keras di kesempatan pertama dengan kaki kanan dan menghujam ke gawang Bournemouth.
Hanya berjarak satu menit, Arsenal mencetak gol kedua. Bola sapuan Steve Cook di depan kotak penalti justru jatuh ke kaki Ramsey, yang langsung meneruskannya ke Chamberlain di kanan. Chamberlain menuntaskannya dengan sepakan mendatar ke pojok kiri bawah gawang.
Di menit ke-27, Bournemouth nyaris mencetak gol balasan. Harry Arter melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti dan ditepis dengan cemerlang oleh Petr Cech. Hanya menghasilkan sepak pojok.
Arsenal kembali mendapatkan ancaman di menit ke-40. Charlie Daniels merangsek dari kiri dan memindahkan bola ke kanan, di mana Matt Ritchie berdiri. Ritchie tak berlama-lama dengan bola, langsung menghajarnya dengan sepakan. Melambung.
Tertinggal dua gol membuat Bournemouth lebih gencar menekan Arsenal. Di penghujung babak pertama mereka sempat mendapatkan kans melalui Adam Smith, yang menerima umpan silang di sisi kanan di dalam kotak penalti. Tapi Cech sigap membaca ancaman tersebut dan langsung melakukan tekel untuk membuang bola. Babak pertama berakhir tak lama berselang.
Bournemouth memulai babak kedua dengan agresif. Lima menit berjalan, Ritchie melakukan percobaan melalui sepakan dari luar kotak penalti dan masih melambung.
Tak lama berselang, serangan lain dilancarkan dari sisi kanan. Dan Gosling memberikan umpan pendek ke Adam Smith di sisi kanan di dalam kotak penalti. Dengan cerdik Smith mengecoh Laurent Koscielny dan mendapatkan ruang tembak. Tapi sepakannya cuma berakhir tipis di kanan gawang.
Di menit ke-55, Arsenal merespons dengan serangan balik. Oezil mengoper bola ke Alexis di sisi kiri. Alexis kemudian bergerak memotong ke tengah dan melepaskan sepakan. Bisa ditepis oleh Artur Boruc.
Dari sepak pojok, Arsenal kembali mengancam Bournemouth. Umpan lambung Oezil disambut sundulan Giroud ke arah gawang, hanya saja masih mudah diantisipasi Boruc.
Percobaan Bournemouth di menit ke-65 melalui tendangan Ritchie dari luar kotak penalti masih jauh dari sasaran. Sementara balasan dari Arsenal lewat Ramsey enam menit kemudian berakhir melebar.
Bournemouth terus berusaha menciptakan peluang, tapi berlai-kali serangan mereka kandas. Sejak menit ke-82 sendiri, Arsenal tampil dengan pendekatan lebih bertahan. Mereka menarik keluar Alexis dan memasukkan Kieran Gibbs, seorang penyerang diganti bek. Sebelumnya mereka sudah menarik Chamberlain untuk digantikan Coquelin.
Upaya dari jarak jauh kembali dilakukan Bournemouth di menit ke-88. Sepakan Arter masih jauh dari sasaran.
Memasuki menit ke-90, Arsenal punya kans bagus menambah gol lewat Ramsey. Tapi gelandang asal Wales itu gagal menuntaskan kesempatan satu lawan satu dengan Boruc, dengan bola dihalau.
Bournemouth mendapatkan peluang bagus untuk setidaknya membalas satu gol jelang laga berakhir, tapi kandas oleh Cech. Sepakan Cook dari tengah kotak penalti masih tepat mengarah ke Cech dan mental oleh kaki kiper Republik Ceko tersebut.
Bola pantulan kembali dikuasai Bournemouth, kali ini Arter melepaskan sepakan. Tapi Cech kembali mencegah gol dengan menepisnya. Laga berakhir tak lama berselang.
Susunan pemain:
Bournemouth: Boruc, Smith, Francis, Cook, Daniels, Surman, Ritchie (Stanislas 66'), Gosling (King 66'), Arter, Pugh, Afobe (Grabban 77')
Arsenal: Cech, Bellerin, Gabriel, Koscielny, Monreal, Flamini, Ramsey, Oxlade-Chamberlain (Coquelin 67'), Ozil, Sanchez (Gibbs 82'), Giroud (Walcott 90')
Sunday, February 7, 2016
Inter Bermain Imbang Hellas Verona 3-3
Inter bermain imbang 3-3 dengan tim juru kunci, Hellas Verona. Pada pertandingan ini, Inter bahkan sempat tertinggal 1-3 lebih dulu.
Dengan hasil tersebut, Inter tertahan di posisi keempat klasemen dengan nilai 45. Posisi mereka terancam oleh AS Roma. Andai Roma menang atas Sampdoria, Senin (8/2/2016) dini hari WIB, selisih poin Inter dengan Roma hanya tinggal satu.
Sementara itu, Verona tetap berada di urutan ke-20. Mereka baru mengoleksi nilai 15 dan baru meraih 1 kemenangan musim ini. Hasil imbang melawan Inter adalah hasil imbang ke-12 mereka musim ini.
Jalannya Pertandingan
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Minggu (7/2/2016), Inter benar-benar dibikin kesulitan oleh tuan rumah. Padahal, Inter terbilang dominan sepanjang pertandingan ini.
Tengok saja catatan statistik. Tim besutan Roberto Mancini itu unggul penguasaan bola hingga 74%. Selain itu, mereka juga punya belasan attempts (percobaan untuk mencetak gol). Dalam catatan ESPNFC, Inter punya 14 attempts, di mana 7 di antaranya tepat sasaran. Sementara Verona punya 10 attempts (4 on target).
Namun demikian, dari 4 attempts on target itu, Verona berhasil menyarangkan 3 gol ke gawang Inter, yang dikawal oleh Samir Handanovic. Selain itu, Verona juga tampak berbahaya tiap kali melakukan serangan balik.
Para pemain depan Verona beberapa kali bisa mengecoh bek-bek Inter, yang pada pertandingan malam ini tampak kikuk. Namun, seperti halnya Inter, penyelesaian akhir pemain-pemain Verona buruk.
Inter menekan di menit-menit awal. Kiper Verona, Pierluigi Gollini, harus bekerja eksta keras pada menit ke-7 untuk memblok tendangan Rodrigo Palacio, yang dilepaskan dari jarak dekat. Setelahnya, tendangan Marcelo Brozovic melambung di atas gawang Verona.
Baru pada menit ke-8, Inter unggul. Berawal dari tendangan sudut yang dilepaskan Brozovic, bola disambut dengan sundulan oleh Jeison Murillo di dalam kotak penalti. Inter unggul 1-0, tapi keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit.
Pada menit ke-12, tendangan sudut Luca Marrone disambut dengan sundulan Filip Helander dari jarak dekat. Dari sinilah kebangkitan Verona dimulai. Usai menyamakan kedudukan menjadi 1-1, Verona membalikkan kedudukan pada menit ke-16.
Gol kedua Verona juga berawal dari set-piece. Kali ini, tendangan bebas dari Marrone disundul oleh bek Verona, Eros Pisano. Skor 2-1 pun bertahan sampai babak pertama selesai.
Di awal babak kedua, Roberto Mancini memutuskan untuk memasukkan Ivan Perisic dan menarik keluar Felipe Melo. Hadirnya Perisic membuat Inter punya pemain ekstra yang bisa bergerak di sisi sayap.
Kendati demikian, justru Verona yang berhasil menambah gol. Pada menit ke-57, tuan rumah kembali membobol gawang Inter lewat tendangan sudut. Lagi-lagi, Marrone jadi pemberi assist-nya. Tendangannya disambut oleh sundulan Artur Ionita. Inter berada dalam kesulitan.
Mereka pun langsung menekan pertahanan Verona. Beberapa kali serangan dilakukan dengan mengandalkan serangan dari sayap. Eder ataupun Palacio juga kerap menekan dari sisi kanan.
Pada menit ke-61, Inter mencetak gol kedua mereka. Sebuah umpan silang yang dilepaskan Perisic disambut oleh Icardi. Kapten Inter itu berdiri sejajar dengan bek lawan --tidak berdiri dalam posisi offside--, sebelum melepaskan sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Verona 3, Inter 2.
Dari sini, Verona berulang kali mengancam pertahanan Inter via serangan balik. Beruntun bagi Inter, dan sial bagi Verona, penyelesaian akhir pemain-pemain Verona buruk. Pada menit ke-76, sebuah serangan balik Verona diakhiri oleh tendangan kaki kanan Juanito Gómez, yang berdiri tidak terkawal. Sial bagi Juanito, tendangannya melambung tinggi.
Juanito layak untuk mengutuki kegagalannya itu. Sebab, semenit kemudian, Inter menyamakan kedudukan. Berawal dari serangan di sisi kanan, yang dibangun oleh Eder dan Palacio, nama terakhir melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Icardi berusaha menyambar umpan itu, namun gagal. Tetapi, bola langsung disambar oleh Perisic yang berada di tiang jauh. 3-3.
Setelahnya, Verona sempat mendapatkan peluang via Gilberto dan Rômulo. Namun, tendangan Gilberto, usai melakukan tusukan dari sisi kiri, masih mengenai tiang. Sedangkan tendangan Rômulo justru melambung.
Inter lalu mendapatkan peluang bagus dari Icardi, namun tendangannya juga tidak mengarah tepat sasaran. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-3.
Susunan Pemain
Hellas Verona: Gollini, Pisano, Helander, Albertazzi, Moras, Marrone, Wszolek (Romulo 81), Ionita, Fares (Gilberto Junior 60), Toni (Juanito 69), Pazzini.
Inter Milan: Handanovic, Juan Jesus, Telles (Biabiany 83), Murillo, Nagatomo, Kondogbia, Brozovic, Melo (Perisic 45), Palacio, Eder (Ljajic 89), Icardi.
Dengan hasil tersebut, Inter tertahan di posisi keempat klasemen dengan nilai 45. Posisi mereka terancam oleh AS Roma. Andai Roma menang atas Sampdoria, Senin (8/2/2016) dini hari WIB, selisih poin Inter dengan Roma hanya tinggal satu.
Sementara itu, Verona tetap berada di urutan ke-20. Mereka baru mengoleksi nilai 15 dan baru meraih 1 kemenangan musim ini. Hasil imbang melawan Inter adalah hasil imbang ke-12 mereka musim ini.
Jalannya Pertandingan
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Minggu (7/2/2016), Inter benar-benar dibikin kesulitan oleh tuan rumah. Padahal, Inter terbilang dominan sepanjang pertandingan ini.
Tengok saja catatan statistik. Tim besutan Roberto Mancini itu unggul penguasaan bola hingga 74%. Selain itu, mereka juga punya belasan attempts (percobaan untuk mencetak gol). Dalam catatan ESPNFC, Inter punya 14 attempts, di mana 7 di antaranya tepat sasaran. Sementara Verona punya 10 attempts (4 on target).
Namun demikian, dari 4 attempts on target itu, Verona berhasil menyarangkan 3 gol ke gawang Inter, yang dikawal oleh Samir Handanovic. Selain itu, Verona juga tampak berbahaya tiap kali melakukan serangan balik.
Para pemain depan Verona beberapa kali bisa mengecoh bek-bek Inter, yang pada pertandingan malam ini tampak kikuk. Namun, seperti halnya Inter, penyelesaian akhir pemain-pemain Verona buruk.
Inter menekan di menit-menit awal. Kiper Verona, Pierluigi Gollini, harus bekerja eksta keras pada menit ke-7 untuk memblok tendangan Rodrigo Palacio, yang dilepaskan dari jarak dekat. Setelahnya, tendangan Marcelo Brozovic melambung di atas gawang Verona.
Baru pada menit ke-8, Inter unggul. Berawal dari tendangan sudut yang dilepaskan Brozovic, bola disambut dengan sundulan oleh Jeison Murillo di dalam kotak penalti. Inter unggul 1-0, tapi keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit.
Pada menit ke-12, tendangan sudut Luca Marrone disambut dengan sundulan Filip Helander dari jarak dekat. Dari sinilah kebangkitan Verona dimulai. Usai menyamakan kedudukan menjadi 1-1, Verona membalikkan kedudukan pada menit ke-16.
Gol kedua Verona juga berawal dari set-piece. Kali ini, tendangan bebas dari Marrone disundul oleh bek Verona, Eros Pisano. Skor 2-1 pun bertahan sampai babak pertama selesai.
Di awal babak kedua, Roberto Mancini memutuskan untuk memasukkan Ivan Perisic dan menarik keluar Felipe Melo. Hadirnya Perisic membuat Inter punya pemain ekstra yang bisa bergerak di sisi sayap.
Kendati demikian, justru Verona yang berhasil menambah gol. Pada menit ke-57, tuan rumah kembali membobol gawang Inter lewat tendangan sudut. Lagi-lagi, Marrone jadi pemberi assist-nya. Tendangannya disambut oleh sundulan Artur Ionita. Inter berada dalam kesulitan.
Mereka pun langsung menekan pertahanan Verona. Beberapa kali serangan dilakukan dengan mengandalkan serangan dari sayap. Eder ataupun Palacio juga kerap menekan dari sisi kanan.
Pada menit ke-61, Inter mencetak gol kedua mereka. Sebuah umpan silang yang dilepaskan Perisic disambut oleh Icardi. Kapten Inter itu berdiri sejajar dengan bek lawan --tidak berdiri dalam posisi offside--, sebelum melepaskan sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Verona 3, Inter 2.
Dari sini, Verona berulang kali mengancam pertahanan Inter via serangan balik. Beruntun bagi Inter, dan sial bagi Verona, penyelesaian akhir pemain-pemain Verona buruk. Pada menit ke-76, sebuah serangan balik Verona diakhiri oleh tendangan kaki kanan Juanito Gómez, yang berdiri tidak terkawal. Sial bagi Juanito, tendangannya melambung tinggi.
Juanito layak untuk mengutuki kegagalannya itu. Sebab, semenit kemudian, Inter menyamakan kedudukan. Berawal dari serangan di sisi kanan, yang dibangun oleh Eder dan Palacio, nama terakhir melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Icardi berusaha menyambar umpan itu, namun gagal. Tetapi, bola langsung disambar oleh Perisic yang berada di tiang jauh. 3-3.
Setelahnya, Verona sempat mendapatkan peluang via Gilberto dan Rômulo. Namun, tendangan Gilberto, usai melakukan tusukan dari sisi kiri, masih mengenai tiang. Sedangkan tendangan Rômulo justru melambung.
Inter lalu mendapatkan peluang bagus dari Icardi, namun tendangannya juga tidak mengarah tepat sasaran. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-3.
Susunan Pemain
Hellas Verona: Gollini, Pisano, Helander, Albertazzi, Moras, Marrone, Wszolek (Romulo 81), Ionita, Fares (Gilberto Junior 60), Toni (Juanito 69), Pazzini.
Inter Milan: Handanovic, Juan Jesus, Telles (Biabiany 83), Murillo, Nagatomo, Kondogbia, Brozovic, Melo (Perisic 45), Palacio, Eder (Ljajic 89), Icardi.
Barca Atasi Levante 2-0
Barcelona meraih kemenangan 2-0 atas Levante dalam lanjutan La Liga. Hasil positif tersebut didapatkan dari gol bunuh diri dan kontribusi Luis Suarez.
Bermain di Stadion Ciutat de Valencia, Minggu (7/2/2016) malam WIB, Barcelona sempat dibuat kerepotan oleh Levante yang merupakan tim paling buncit di liga. Tapi akhirnya Barca pulang dengan tambahan tiga poin.
Di menit pertama, Andres Iniesta membuka peluang Barca untuk unggul lebih dulu. Iniesta mendapatkan bola muntah setelah kiper Levante, Diego Marino, membuang sepakan Luis Suarez. Bola masih terlalu tinggi melewati gawang.
Messi membobol gawang Levante di menit kedua tapi dianulir wasit karena offside. Serangan beruntun Barca itu malah seperti suntikan semangat untuk bangkit bagi Levante. Sepakan Deyverson sempat mengancam pertahanan Claudio Bravo tapi masih melebar.
Sebuah gol bunuh diri Levante membuat Barcelona unggul di menit ke-21. Jordi Alba menguasai sayap kiri tim tuan rumah dan menyerahkan bola kepada Iniesta. Bola membentur bek Levante, David Navarro, tanpa bisa diamankan Marino.
Kedudukan 1-0 untuk Barcelona.
Memasuki babak kedua Levante langsung melancarkan serangan. Tapi upaya Dyverson yang mendapatkan umpan dari Morales tak berbuah gol.
Percobaan Barca untuk menambah gol juga belum berhasil. Barulah ketika pertandingan mendekati menit terakhir, Barca bisa menggandakannya.
Memanfaatkan serangan balik, Messi mengarahkan bola kepada Suarez dan disepaknya dengan kaki kanan hingga berbuah gol. Kedudukan 2-0 untuk keunggulan Barcelona.
Tambahan tiga poin itu membuat Barca kokoh di puncak papan klasemen La Liga dengan nilai 54. Dari 22 laga yang dilakoni, mereka sudah 17 kali menang, tiga kali seri, dan baru dua kali kalah. Sementara, Levante tetap mengisi juru kunci dengan nilai 17.
Susunan Pemain
Levante: Marino; Tono, Feddal, Navarro (Ghillas 69'), Ivan; Simao, Verza (Cuerro 77'), Morales, Lerma; Rossi, Deyverson (Camarasa 69')
Barcelona: Bravo; Alves (Vidal 74'), Pique, Mascherano, Alba; Sergi, Rakitic Busquets 68'), Iniesta; Messi, Suarez, Neymar
Bermain di Stadion Ciutat de Valencia, Minggu (7/2/2016) malam WIB, Barcelona sempat dibuat kerepotan oleh Levante yang merupakan tim paling buncit di liga. Tapi akhirnya Barca pulang dengan tambahan tiga poin.
Di menit pertama, Andres Iniesta membuka peluang Barca untuk unggul lebih dulu. Iniesta mendapatkan bola muntah setelah kiper Levante, Diego Marino, membuang sepakan Luis Suarez. Bola masih terlalu tinggi melewati gawang.
Messi membobol gawang Levante di menit kedua tapi dianulir wasit karena offside. Serangan beruntun Barca itu malah seperti suntikan semangat untuk bangkit bagi Levante. Sepakan Deyverson sempat mengancam pertahanan Claudio Bravo tapi masih melebar.
Sebuah gol bunuh diri Levante membuat Barcelona unggul di menit ke-21. Jordi Alba menguasai sayap kiri tim tuan rumah dan menyerahkan bola kepada Iniesta. Bola membentur bek Levante, David Navarro, tanpa bisa diamankan Marino.
Kedudukan 1-0 untuk Barcelona.
Memasuki babak kedua Levante langsung melancarkan serangan. Tapi upaya Dyverson yang mendapatkan umpan dari Morales tak berbuah gol.
Percobaan Barca untuk menambah gol juga belum berhasil. Barulah ketika pertandingan mendekati menit terakhir, Barca bisa menggandakannya.
Memanfaatkan serangan balik, Messi mengarahkan bola kepada Suarez dan disepaknya dengan kaki kanan hingga berbuah gol. Kedudukan 2-0 untuk keunggulan Barcelona.
Tambahan tiga poin itu membuat Barca kokoh di puncak papan klasemen La Liga dengan nilai 54. Dari 22 laga yang dilakoni, mereka sudah 17 kali menang, tiga kali seri, dan baru dua kali kalah. Sementara, Levante tetap mengisi juru kunci dengan nilai 17.
Susunan Pemain
Levante: Marino; Tono, Feddal, Navarro (Ghillas 69'), Ivan; Simao, Verza (Cuerro 77'), Morales, Lerma; Rossi, Deyverson (Camarasa 69')
Barcelona: Bravo; Alves (Vidal 74'), Pique, Mascherano, Alba; Sergi, Rakitic Busquets 68'), Iniesta; Messi, Suarez, Neymar
Tottenham Hotspur Menang Tipis Atas Watford 1-0
Tottenham Hotspur menggeser Manchester City dari posisi kedua klasemen Premier League. Ini setelah The Lilywhites menang tipis 1-0 atas Watford.
Pada laga pekan ke-25 yang dihelat di White Hart Lane, Sabtu (6/2/2016) malam WIB, Spurs tampi dominan dengan 66 persen ball possesion serta membuat 23 attempts di mana sembilan mengarah tepat sasaran.
Sementara, Watford hanya tiga tembakan tanpa satupun yang on goal.
Namun, berkali-kali usaha Spurs untuk bikin gol selalu gagal di tangan Heurelho Gomes yang tampil gemilang. Soccernet mencatat ada delapan saves dibuat Gomes untuk membuat frustrasi para pemain mantan klubnya tersebut.
Erik Lamela sebagai salah pemain Spurs dengan jumlah attempts terbanyak, yakni enam dengan tiga on goal, juga tak mampu menaklukkan Gomes. Bagaimana dengan Harry Kane? Kane sendiri hanya bikin dua attempts sepanjang 90 menit dengan satu on goal.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-64. Dele Alli, yang masuk sebagai pemain pengganti, memberikan umpan terukur kepada Kieran Trippier yang naik hingga kotak penalti. Trippier lantas melepaskan sepakan mendatar yang menggetarkan gawang Gomes.
Skor 1-0 tersebut lantas bertahan hingga laga usai dan tambahan tiga poin ini membuat Spurs naik ke posisi kedua klasemen, menggeser posisi City yang kalah dari Leicester City. Poin anak asuh Mauricio Pochettino itu adalah 48, selisih lima dari Leicester di puncak klasemen.
Sementara itu, Watford yang cuma menang sekali dari delapan pertandingan terakhir turun ke urutan ke-10 dengan 33 poin.
Susunan Pemain
Tottenham: Lloris; Trippier, Alderweireld, Wimmer, Davies; Dier, Dembele; Lamela (Son 72'), Eriksen (Carroll 90'), Chadli (Alli 61') ; Kane.
Watford: Gomes; Nyom, Cathcart, Britos (Prodl 54'), Ake; Abdi (Deeney 45'), Suarez (Behrami 45'), Watson, Capoue, Jurado; Ighalo.
Pada laga pekan ke-25 yang dihelat di White Hart Lane, Sabtu (6/2/2016) malam WIB, Spurs tampi dominan dengan 66 persen ball possesion serta membuat 23 attempts di mana sembilan mengarah tepat sasaran.
Sementara, Watford hanya tiga tembakan tanpa satupun yang on goal.
Namun, berkali-kali usaha Spurs untuk bikin gol selalu gagal di tangan Heurelho Gomes yang tampil gemilang. Soccernet mencatat ada delapan saves dibuat Gomes untuk membuat frustrasi para pemain mantan klubnya tersebut.
Erik Lamela sebagai salah pemain Spurs dengan jumlah attempts terbanyak, yakni enam dengan tiga on goal, juga tak mampu menaklukkan Gomes. Bagaimana dengan Harry Kane? Kane sendiri hanya bikin dua attempts sepanjang 90 menit dengan satu on goal.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-64. Dele Alli, yang masuk sebagai pemain pengganti, memberikan umpan terukur kepada Kieran Trippier yang naik hingga kotak penalti. Trippier lantas melepaskan sepakan mendatar yang menggetarkan gawang Gomes.
Skor 1-0 tersebut lantas bertahan hingga laga usai dan tambahan tiga poin ini membuat Spurs naik ke posisi kedua klasemen, menggeser posisi City yang kalah dari Leicester City. Poin anak asuh Mauricio Pochettino itu adalah 48, selisih lima dari Leicester di puncak klasemen.
Sementara itu, Watford yang cuma menang sekali dari delapan pertandingan terakhir turun ke urutan ke-10 dengan 33 poin.
Susunan Pemain
Tottenham: Lloris; Trippier, Alderweireld, Wimmer, Davies; Dier, Dembele; Lamela (Son 72'), Eriksen (Carroll 90'), Chadli (Alli 61') ; Kane.
Watford: Gomes; Nyom, Cathcart, Britos (Prodl 54'), Ake; Abdi (Deeney 45'), Suarez (Behrami 45'), Watson, Capoue, Jurado; Ighalo.
Liverpool Ditahan Imbang Sunderland 2-2
Liverpool gagal memaksimalkan laga kandang kontra Sunderland. Sempat memimpin dua gol hingga sepuluh menit akhir pertandingan, The Reds harus puas main imbang 2-2 dengan The Black Cats.
Pada laga yang dihelat di Anfield, Sabtu (6/2/2016) malam WIB, Liverpool tampil dominan sejak dimulainya babak pertama. Namun, tak ada gol tercipta di pertandingan tersebut.
Masuk di babak kedua, Liverpool membuka skor lewat Roberto Firmino yang dilanjutkan gol Adam Lallana. Namun, Sunderland bangkit di 10 menit akhir laga untuk menyamakan skor lewat Adam Johnson dan Jermain Defoe.
Hanya satu kemenangan di enam pekan terakhir membuat 'Si Merah' kini duduk di posisi ke-8 dengan 35 poin dari 25 laga, dilewati Everton yang unggul selisih gol.
Sementara Sunderland di posisi ke-19 dengan 20 poin.
Jalannya Pertandingan
Sunderland mendapat peluang pertama lewat Patrick van Aanholt pada menit ketujuh. Namun, sepakannya masih melebar dari sasaran.
Di menit ke-20 Liverpool mendapat peluang emas ketika kesalahan Jan Kirchoff dalam mengoper membuat bola dipotong Adam Lallana, yang lantas mengoper kepada Alberto Moreno. Tinggal berhadapan dengan Vito Mannone, tembakan Moreno masih bisa dibendung.
Sepuluh menit kemudian giliran James Milner yang punya sepakan on goal, namun John O'Shea dengan sigap memblok tembakan tersebut.
Semenit jelang bubaran babak pertama, Roberto Firmino coba melepaskan sepakan keras tapi masih melayang di atas mistar.
Bencana untuk Liverpool di babak ini adalah mereka harus kehilangan Dejan Lovren dan Joe Allen yang cedera.
Hingga turun minum skor tetap imbang tanpa gol.
Liverpool masih menguasai pertandingan di babak kedua. Tapi lagi-lagi mereka sulit menciptakan peluang bersih di depan gawang.
Ada peluang dari Firmino pada menit ke-53. Mengutak-atik bola di depan kotak penalti, Firmino mendapat ruang tembak tapi sepakannya melayang di atas mistar.
Kebuntuan akhirnya pecah enam menit kemudian saat Firmino menjebol jala Mannone lewat tandukannya di tiang jauh, meneruskan crossing Milner dari sisi kiri.
Gol tersebut membuat Liverpool makin bernafsu mencetak gol. Namun, dua kali peluang lewat Ibe dan Lallana namun masih bisa ditepis Mannone.
Liverpool menggandakan keunggulan pada menit ke-70. Diawali kesalahan Billy Jones dalam menguasai bola, Firmino merebutnya dan kemudian menggiringnya hingga kotak penalti.
Tinggal berhadapan dengan Mannone, Firmino memilih mengoper kepada Lallana yang dengan mudah menceploskan ke gawang yang kosong.
Pada menit ke-77, sekitar ribuan suporter Liverpool melakukan walkout dari stadion sebagai bentuk protes atas kenaikan harga tiket pertandingan kandang, yang kini menjadi 77 poundsterling.
Sunderland memperkecil skor jadi 1-2 pada menit ke-81 lewat free kick Adam Johnson ke sudut kiri bawah gawang Mignolet.
Skor berubah jadi 2-2 pada menit ke-88. Serangan yang dibangun Sunderland dari kaki Van Aanholt mencapai Khazri yang mengoper kepada Defoe di kotak penalti. Meski dikawal Sakho, Defoe mampu berbalik badan dan melepaskan sepakan kaki kanan ke gawang Mignolet.
Hingga laga berakhir skor tersebut tetap bertahan.
Susunan Pemain
Liverpool: Mignolet; Clyne, Lovren (Toure 12'), Sakho, Moreno; Henderson (Lucas 86'), Allen (Ibe 47'), Can; Milner, Lallana; Firmino.
Sunderland: Mannone; Jones (Yedlin 75'), Kone, O'Shea, Van Aanholt; M'Vila, Kirchhoff, Cattermole; Watmore (N'Doye 26'), Defoe, Khazri.
Pada laga yang dihelat di Anfield, Sabtu (6/2/2016) malam WIB, Liverpool tampil dominan sejak dimulainya babak pertama. Namun, tak ada gol tercipta di pertandingan tersebut.
Masuk di babak kedua, Liverpool membuka skor lewat Roberto Firmino yang dilanjutkan gol Adam Lallana. Namun, Sunderland bangkit di 10 menit akhir laga untuk menyamakan skor lewat Adam Johnson dan Jermain Defoe.
Hanya satu kemenangan di enam pekan terakhir membuat 'Si Merah' kini duduk di posisi ke-8 dengan 35 poin dari 25 laga, dilewati Everton yang unggul selisih gol.
Sementara Sunderland di posisi ke-19 dengan 20 poin.
Jalannya Pertandingan
Sunderland mendapat peluang pertama lewat Patrick van Aanholt pada menit ketujuh. Namun, sepakannya masih melebar dari sasaran.
Di menit ke-20 Liverpool mendapat peluang emas ketika kesalahan Jan Kirchoff dalam mengoper membuat bola dipotong Adam Lallana, yang lantas mengoper kepada Alberto Moreno. Tinggal berhadapan dengan Vito Mannone, tembakan Moreno masih bisa dibendung.
Sepuluh menit kemudian giliran James Milner yang punya sepakan on goal, namun John O'Shea dengan sigap memblok tembakan tersebut.
Semenit jelang bubaran babak pertama, Roberto Firmino coba melepaskan sepakan keras tapi masih melayang di atas mistar.
Bencana untuk Liverpool di babak ini adalah mereka harus kehilangan Dejan Lovren dan Joe Allen yang cedera.
Hingga turun minum skor tetap imbang tanpa gol.
Liverpool masih menguasai pertandingan di babak kedua. Tapi lagi-lagi mereka sulit menciptakan peluang bersih di depan gawang.
Ada peluang dari Firmino pada menit ke-53. Mengutak-atik bola di depan kotak penalti, Firmino mendapat ruang tembak tapi sepakannya melayang di atas mistar.
Kebuntuan akhirnya pecah enam menit kemudian saat Firmino menjebol jala Mannone lewat tandukannya di tiang jauh, meneruskan crossing Milner dari sisi kiri.
Gol tersebut membuat Liverpool makin bernafsu mencetak gol. Namun, dua kali peluang lewat Ibe dan Lallana namun masih bisa ditepis Mannone.
Liverpool menggandakan keunggulan pada menit ke-70. Diawali kesalahan Billy Jones dalam menguasai bola, Firmino merebutnya dan kemudian menggiringnya hingga kotak penalti.
Tinggal berhadapan dengan Mannone, Firmino memilih mengoper kepada Lallana yang dengan mudah menceploskan ke gawang yang kosong.
Pada menit ke-77, sekitar ribuan suporter Liverpool melakukan walkout dari stadion sebagai bentuk protes atas kenaikan harga tiket pertandingan kandang, yang kini menjadi 77 poundsterling.
Sunderland memperkecil skor jadi 1-2 pada menit ke-81 lewat free kick Adam Johnson ke sudut kiri bawah gawang Mignolet.
Skor berubah jadi 2-2 pada menit ke-88. Serangan yang dibangun Sunderland dari kaki Van Aanholt mencapai Khazri yang mengoper kepada Defoe di kotak penalti. Meski dikawal Sakho, Defoe mampu berbalik badan dan melepaskan sepakan kaki kanan ke gawang Mignolet.
Hingga laga berakhir skor tersebut tetap bertahan.
Susunan Pemain
Liverpool: Mignolet; Clyne, Lovren (Toure 12'), Sakho, Moreno; Henderson (Lucas 86'), Allen (Ibe 47'), Can; Milner, Lallana; Firmino.
Sunderland: Mannone; Jones (Yedlin 75'), Kone, O'Shea, Van Aanholt; M'Vila, Kirchhoff, Cattermole; Watmore (N'Doye 26'), Defoe, Khazri.
Leicester Menang Dikandang City 3-1
Leicester City berhasil membungkus tiga angka dari lawatan ke markas Manchester City. The Foxes memetik kemenangan 3-1 saat melawat ke Etihad Stadium.
Di pertandingan yang berlangsung, Sabtu (6/2/2016) malam WIB, Leicester menang berkat dua gol dari Robert Huth dan satu gol Riyad Mahrez.
City yang kesulitan membongkar pertahanan ketat tim besutan Claudio Ranieri bisa membalas sekali lewat Sergio Aguero.
ESPNFC melansir data bahwa City mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dari 22 kali percobaan di laga itu. Sementara Leicester bermain lebih efektif dengan 14 kali melakukan attempts, separuhnya tepat sasaran.
Dengan tambahan tiga angka ini, Leicester mampu melebarkan jarak dengan City di klasemen. Mereka kian kokoh di posisi pertama dengan kumpulan 53 poin, unggul enam angka dari City.
Jalannya Pertandingan
Huth mencetak gol pada menit ketiga. Gol itu berawal dari umpan tendangan bebas dari Mahrez di sisi kiri kotak penalti City.
Huth yang ada di muka kotak penalti Leicetster bisa membelokkan bola. Sepakannya sempat membentur Martin Demichelis, lalu masuk ke dalam gawang. The Foxes untuk sementara unggul 1-0.
Lima menit kemudian gawang City kembali terancam. Jamie Vardy lolos dari jebakan offside saat mengejar umpan Marc Albrighton. Eksekusi pemain nomor punggung sembilan itu masih bisa diblok oleh Joe Hart.
Dalam 10 menit pertama pertandingan City tampak terus mendapatkan tekanan. Beberapa kali, barisan belakang mereka panik mengantisipasi serbuan pemain Leicester.
City baru mendapatkan peluang pertama di menit 15. Sepakan David Silva dari dalam kotak penalti masih melebar.
Hingga menit 20, Leicester yang melakukan pressing ketat bisa meredam City. Upaya Silva yang melenceng menjadi satu-satunya percobaan City.
Shinji Okazaki melewatkan peluang emas di menit 21. Dia gagal memotong umpan tarik dari sisi sayap kiri.
Yaya Toure masih belum memanfaatkan peluang pada menit 29. Sepakannya meneruskan satu bola pantulan sepakan Raheem Sterling masih melayang jauh.
Kasper Schmeichel melakukan penyelamatan gemilang di menit 32. Aguero melakukan satu sepakan keras dari sisi kiri kotak penalti Leicester, kiper asal Denmark itu bisa menangkap bola dengan sempurna.
Empat menit kemudian Leicester gantian mengancam. Belum berbuah hasil, bola sepakan Albrighton bisa ditangkap dengan sempurna oleh Hart.
Tiga menit setelah restart, Leicester bisa melakukan serangan balik cepat. Ngolo Kante memberikan umpan untuk Mahrez, dia bisa melewati bek City. Dia menusuk ke kotak penalti City, lalu bisa melepaskan satu sepakan keras yang menghujam gawang Hart. Leicester unggul 2-0.
Leicester mendapatkan sepakan sudut setelah bola umpan tarik Vardy dihalau oleh Demichelis. Christian Fuchs mengambil sepakan pojok di menit 60, bisa mengirim umpan matang ke kotak penalti.
Huth bisa menyambut bola, Hart hanya bisa menatap bola masuk ke gawang yang dia kawal. Leicester unggul 3-0.
Enam menit berselang, Schmeichel kembali melakukan penyelamatan gemilang. Dia berhasil menepis bola Fernando yang mengarah ke pojok kiri bawah gawang Leicester.
Di menit 76, City kembali mengancam. Aguero masih bisa diblok oleh barisan bek Leicester. Beberapa saat kemudian sepakan pemain asal Argentina itu bisa ditangkap oleh Schmeichel.
Vardy masih belum bisa memanfaatkan peluang pada menit 81. Menyambut umpan terobosan Albrighton, bola tendangannya masih melenceng.
City mampu memperkecil ketertinggalan di menit 87. Gol itu hasil sundulan Aguero menyambut umpan silang dari Bersant Celina.
Aguero mendapatkan peluang emas lagi semenit berikutnya. Sudah tinggal berhadapan dengan Schmeichel, bola sepakannya masih menyamping.
Di menit-menit akhir pertandingan, Pablo Zabaleta juga gagal memanfaatkan peluang. Sepakannya masih menyamping. Beberapa saat kemudian laga bubar, Leicester menang dengan skor akhir 3-1.
Susunan Pemain:
City: Hart, Zabaleta, Otamendi, Demichelis, Kolarov, Toure (Fernando 52), Fernandinho, Silva (Celina 77), Delph (Iheanacho 52), Sterling, Aguero
Leicester: Schmeichel, Simpson, Morgan, Huth, Fuchs, Mahrez (Gray 77), Kante, Drinkwater, Albrighton, Okazaki (Ulloa 81), Vardy
(Detiksport)
Di pertandingan yang berlangsung, Sabtu (6/2/2016) malam WIB, Leicester menang berkat dua gol dari Robert Huth dan satu gol Riyad Mahrez.
City yang kesulitan membongkar pertahanan ketat tim besutan Claudio Ranieri bisa membalas sekali lewat Sergio Aguero.
ESPNFC melansir data bahwa City mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dari 22 kali percobaan di laga itu. Sementara Leicester bermain lebih efektif dengan 14 kali melakukan attempts, separuhnya tepat sasaran.
Dengan tambahan tiga angka ini, Leicester mampu melebarkan jarak dengan City di klasemen. Mereka kian kokoh di posisi pertama dengan kumpulan 53 poin, unggul enam angka dari City.
Jalannya Pertandingan
Huth mencetak gol pada menit ketiga. Gol itu berawal dari umpan tendangan bebas dari Mahrez di sisi kiri kotak penalti City.
Huth yang ada di muka kotak penalti Leicetster bisa membelokkan bola. Sepakannya sempat membentur Martin Demichelis, lalu masuk ke dalam gawang. The Foxes untuk sementara unggul 1-0.
Lima menit kemudian gawang City kembali terancam. Jamie Vardy lolos dari jebakan offside saat mengejar umpan Marc Albrighton. Eksekusi pemain nomor punggung sembilan itu masih bisa diblok oleh Joe Hart.
Dalam 10 menit pertama pertandingan City tampak terus mendapatkan tekanan. Beberapa kali, barisan belakang mereka panik mengantisipasi serbuan pemain Leicester.
City baru mendapatkan peluang pertama di menit 15. Sepakan David Silva dari dalam kotak penalti masih melebar.
Hingga menit 20, Leicester yang melakukan pressing ketat bisa meredam City. Upaya Silva yang melenceng menjadi satu-satunya percobaan City.
Shinji Okazaki melewatkan peluang emas di menit 21. Dia gagal memotong umpan tarik dari sisi sayap kiri.
Yaya Toure masih belum memanfaatkan peluang pada menit 29. Sepakannya meneruskan satu bola pantulan sepakan Raheem Sterling masih melayang jauh.
Kasper Schmeichel melakukan penyelamatan gemilang di menit 32. Aguero melakukan satu sepakan keras dari sisi kiri kotak penalti Leicester, kiper asal Denmark itu bisa menangkap bola dengan sempurna.
Empat menit kemudian Leicester gantian mengancam. Belum berbuah hasil, bola sepakan Albrighton bisa ditangkap dengan sempurna oleh Hart.
Tiga menit setelah restart, Leicester bisa melakukan serangan balik cepat. Ngolo Kante memberikan umpan untuk Mahrez, dia bisa melewati bek City. Dia menusuk ke kotak penalti City, lalu bisa melepaskan satu sepakan keras yang menghujam gawang Hart. Leicester unggul 2-0.
Leicester mendapatkan sepakan sudut setelah bola umpan tarik Vardy dihalau oleh Demichelis. Christian Fuchs mengambil sepakan pojok di menit 60, bisa mengirim umpan matang ke kotak penalti.
Huth bisa menyambut bola, Hart hanya bisa menatap bola masuk ke gawang yang dia kawal. Leicester unggul 3-0.
Enam menit berselang, Schmeichel kembali melakukan penyelamatan gemilang. Dia berhasil menepis bola Fernando yang mengarah ke pojok kiri bawah gawang Leicester.
Di menit 76, City kembali mengancam. Aguero masih bisa diblok oleh barisan bek Leicester. Beberapa saat kemudian sepakan pemain asal Argentina itu bisa ditangkap oleh Schmeichel.
Vardy masih belum bisa memanfaatkan peluang pada menit 81. Menyambut umpan terobosan Albrighton, bola tendangannya masih melenceng.
City mampu memperkecil ketertinggalan di menit 87. Gol itu hasil sundulan Aguero menyambut umpan silang dari Bersant Celina.
Aguero mendapatkan peluang emas lagi semenit berikutnya. Sudah tinggal berhadapan dengan Schmeichel, bola sepakannya masih menyamping.
Di menit-menit akhir pertandingan, Pablo Zabaleta juga gagal memanfaatkan peluang. Sepakannya masih menyamping. Beberapa saat kemudian laga bubar, Leicester menang dengan skor akhir 3-1.
Susunan Pemain:
City: Hart, Zabaleta, Otamendi, Demichelis, Kolarov, Toure (Fernando 52), Fernandinho, Silva (Celina 77), Delph (Iheanacho 52), Sterling, Aguero
Leicester: Schmeichel, Simpson, Morgan, Huth, Fuchs, Mahrez (Gray 77), Kante, Drinkwater, Albrighton, Okazaki (Ulloa 81), Vardy
(Detiksport)
Subscribe to:
Comments (Atom)




















